Penjualan Macet, Menperin Minta PPnBM Mobil Digratiskan Lagi

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengusulkan agar pembebasan pajak penjualan atas peralatan mewah (PPnBM) untuk pembelian mobil kembali diberikan.

Tujuannya untuk meningkatkan penjualan kendaraan roda empat nan stagnan dalam satu dasawarsa ini.

Menurut Agus, perihal ini berkaca pada pengalaman saat pandemi pada 2021-2022. Saat itu, pemerintah juga membebaskan PPnBM untuk pembelian mobil dengan kapabilitas mesin 1.500 cc ke bawah. Kala itu penjualan meningkat 113 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Langkah nan dapat kita lakukan adalah memberikan insentif fiskal berupa PPnBM DTP (ditanggung pemerintah) bagi kendaraan nan diproduksi di dalam negeri," ujar Agus dalam sambutannya dibacakan oleh Plt Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Putu Juli Ardika di Kantor Kemenperin, Rabu (10/7).

Berdasarkan info Kementerian Perindustrian, sejak 2014 penjualan mobil di Tanah Air stagnan di level 1 juta unit per tahun. Pada 2014, penjualan wholesales sebanyak 1,2 juta unit dan pada 2015-2017 stagnan di 1 juta.

Kemudian pada 2018 naik sedikit menjadi 1,1 juta dan 2019 turun lagi menjadi 1 juta di 2019. Lalu, pada 2020 turun drastis menjadi 532 ribu unit akibat pandemi.

Selanjutnya pada 2021 terjual sebanyak 887,2 ribu dan 2022-2023 menjadi 1 juta unit lagi. Sehingga, diharapkan insentif fiskal tersebut kembali diberikan apalagi industri
alat angkut menjadi motor utama pertumbuhan PDB industri pada 2023 dengan pertumbuhan sebesar 7,63 persen.

"Di 2022, program tersebut sukses meningkatkan penjualan di Januari hingga Mei menjadi sebesar 95 ribu unit," kata dia.

Namun, tentunya insentif itu diberikan kepada kendaraan dengan persyaratan lokal konten alias TKDN tertentu dan mengutamakan jenis-jenis kendaraan rendah emisi karbon.

"Ini untuk tetap mengedepankan sasaran kita berbareng ialah memajukan industri komponen dalam negeri dan menciptakan industri net zero emission," kata dia.

Di kesempatan nan sama, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menegaskan penjualan mobil stagnan selama 10 tahun ini lantaran kenaikan penghasilan tidak sejalan dengan nilai mobil.

Data Gaikindo, pasar mobil domestik rata-rata tumbuh 21,3 persen selama 2000-2013 nan ditopang oleh kenaikan pendapatan per kapita sebesar 28,2 persen. Sementara itu, selama 2013-2022, pendapatan per kapita hanya naik 3,65 persen, sehingga pasar mobil turun rata-rata 1,64 persen per tahun.

Imbasnya, penjualan mobil jejak tumbuh subur menjadi 1,4 juta unit pada 2023, dari 2013 nan hanya 0,5 juta unit. Hal ini seiring dengan menurunnya daya beli konsumen dan lonjakan nilai mobil baru.

"Sebenarnya, mobil jejak bukan tujuan orang. Kalau punya uang, mending mobil baru. Tetapi, perbedaan nilai mobil jejak dan baru makin lebar. Harga mobil jejak juga terdepresiasi cukup tinggi, sehingga tambah subur," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/agt)

Sumber cnnindonesia.com
cnnindonesia.com