Muhammadiyah Klaim Tak Tarik Semua Dana di BSI

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyatakan pihaknya tidak mengalihkan seluruh dananya dari Bank Syariah Indonesia (BSI).

Dia mengatakan sejumlah transaksi finansial Muhammadiyah tetap menggunakan jasa bank syariah pelat itu. Salah satunya untuk kebaikan dan usaha.

"Oh masih, tetap (dana ada di BSI). Jadi sekarang pembiayaan-pembiayaan BSI kepada Amal Usaha Muhammadiyah tetap di situ," kata Mu'ti di instansi PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Kamis (11/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun demikian, Mu'ti mengakui bahwa biaya nan telah ditarik sudah banyak. Mu'ti memperkirakan biaya nan telah ditarik dari BSI mencapai di atas Rp1 triliun.

Beberapa biaya nan ditarik berupa tabungan, apakah itu giro, deposito, alias payroll.

"Sudah banyak nan ditarik, tapi jumlahnya berapa mungkin ditanya ke BSI saja. Kalau tidak salah ya, jika tidak salah, sudah di atas Rp1 triliun nan ditarik. Kalau tidak salah ya, tapi kelak benarnya tanya ke BSI," ujarnya.

Mu'ti mengaku mendapatkan info bahwa Muhammadiyah masuk dalam 10 besar pengguna di BSI. Namun, dia tidak tahu persis berapa total biaya nan disimpan di BSI sebelumnya.

"Saya dapat info, Muhammadiyah itu sepuluh besar pengguna di BSI. Ada nan bilang nomor delapan dari sepuluh. Jadi ya, jika memandang rangkaingnya besar, walaupun duitnya mungkin tidak besar ya," ucap dia.

"Ada nan bilang lima belas, empat belas, itu kan suka-suka nan ngitung aja. Muhammadiyah enggak pernah ngitung, kita enggak tahu berapa, bisa lebih baik," imbuhnya.

Muhammadiyah menarik dananya dari BSI dan memindahkannya ke bank syariah lain beberapa waktu lalu.

Penarikan ini terungkap usai sebuah memo nan diteken Ketua Muhammadiyah Agung Danarto dan Sekretaris Muhammadiyah Muhammad Sayuti beredar. Memo bernomor 320/1.0/A/2024 tentang Konsolidasi Dana itu terbit pada 30 Mei 2024 lalu.

Isinya, pengarahan untuk rasionalisasi biaya simpanan dan pembiayaan Muhammadiyah nan selama ini ada di BSI. Uang tersebut diperintahkan untuk segera dialihkan ke sejumlah bank syariah lain.

Keputusan itu disebut sebagai tindak lanjut pertemuan berbareng ketua PP Muhammadiyah dan Amal Usaha Muhammadiyah mengenai konsolidasi finansial AUM. Pertemuan itu terjadi di Yogyakarta pada 26 Mei 2024 lalu.

[Gambas:Video CNN]

(yla/sfr)

Sumber cnnindonesia.com
cnnindonesia.com