Bos Indosat Tak Anggap Starlink Kompetitor, Terbuka untuk Kolaborasi

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Layanan internet berbasis satelit milik perusahaan Elon Musk, Starlink, telah resmi masuk ke Indonesia. Kehadirannya sudah dibahas sejak berbulan-bulan lalu.

Banyak pihak pun menduga kehadiran internet satelit Starlink bisa menjadi saingan bagi operator seluler hingga operator satelit lokal.

Meski begitu, Presiden Direktur sekaligus CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha justru menyambut baik atas operasional satelit internet di Indonesia. Menurutnya, ini bukan soal kompetisi.

"Ini bukan kompetisi. Baik itu Starlink, (internet berbasis) millimeter waves, bukanlah kompetisi. (Kehadiran Starlink) bagus untuk mendukung konektivitas di wilayah nan tidak bisa dijangkau oleh perusahaan telko, oleh karenanya kami memerlukan kerja sama dengan provider satelit," kata Vikram, dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu.

Vikram mengatakan, kehadiran Starlink di Indonesia justru jadi perihal nan baik untuk industri. Pasalnya, operator seluler seperti Indosat nan semula kesulitan menghadirkan prasarana berupa BTS maupun fiber optik untuk menggelar jasa internet di 3T bisa bekerja-sama dengan operator satelit.

"Ini menjadi kesempatan nan baik untuk kolaborasi, lantaran selama ini tantangannya ada di transport dan backhaul untuk wilayah 3T. Kami bakal sangat senang menggunakan internet satelit Low Earth Orbit (LEO) untuk menghubungkan wilayah," kata Vikram Sinha.

"Pesan pentingnya, ini bukan kejuaraan baru, tetapi kesempatan nan baik untuk berkolaborasi. Kami mau memberikan kualitas, jari perlu kerjasama dan ini bisa dengan beberapa perusahaan, tidak hanya satu. Kami mempertimbangkan price, tetapi nan paling peting gimana bisa memberdayakan Indonesia," dia memungkasi.

Elon Musk baru saja meresmikan jasa internet satelit miliknya, Starlink, di Indonesia--tepatnya di Puskesmas Pembantu Sumerta Kelod, Kota Denpasar, Bali. Hadirnya jasa internet baru ini memberikan sejumlah pertanyaan, apakah Starlink berpotens...

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Laba Indosat Ooredoo Hutchison di Kuartal Pertama 2024

Sementara itu, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mencatat total untung bersih Rp 1,29 triliun hingga kuartal pertama 2024. Nilai ini meningkat 39,4 persen dibandingkan periode nan sama tahun lalu. 

Adapun pendapatan Indosat selama kuartal pertama tercatat Rp 13,8 triliun alias naik nyaris 16 persen dibandingkan periode nan sama tahun lalu. Sepanjang catatan perusahaan setelah merger, Indosat Ooredoo Hutchison sekarang mengelola 100,8 juta pelanggan. 

Untuk melayani pengguna nan tersebar di seluruh Indonesia ini, Indosat kini didukung 183.760 BTS 4G (naik 20 persen dibandingkan periode lalu). 

Catatan Indosat juga menyebutkan, saat ini rata-rata pendapatan Indosat per pengguna (ARPU) mencapai Rp 37.500. Jumlah ini naik 13,9 persen dibandingkan periode nan sama tahun lalu. 

ARPU Meningkat

Director & Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison Ritesh Kumar Singh mengungkapkan, salah satu kunci Indosat meningkatkan ARPU adalah lantaran Indosat tak sekadar jualan produk dan layanan. 

"Kami berupaya masuk ke pelanggan, berupaya menyelesaikan masalah mereka. Salah satu fokusnya dengan penerapan artificial intelligence melalui aplikasi (MyIM3 dan Bima+ Tri)  nan bisa mempelajari kebiasaan dan kebutuhan pengguna dan menghadirkan paket nan sesuai dengan kebutuhan mereka," kata Ritesh, dalam konvensi pers usai RUPST di Gedung Kantor Indosat Ooredoo Hutchison, Jakarta, Selasa (21/5/2024). 

Ritesh menyebut, selain dengan pendekatan teknologi AI di aplikasi jasa pelanggannya, Indosat juga memastikan untuk jadi kawan setia bagi pelanggan. Ritesh mengungkapkan, bagi Indosat, pengguna merupakan pusat dan konsentrasi utama perusahaan. 

Perluas 4G dan Tetap Hadirkan 2G di Daerah nan Membutuhkan

Sebagai perusahaan telekomunikasi nan punya konsentrasi memberdayakan masyarakat Indonesia, Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison Desmond Cheung menyebutkan, "Indosat berambisi untuk mengkover lebih banyak area, utamanya di wilayah pedesaan dan Indonesia Timur."

Salah satunya dengan ekspansi ekspansi jaringan 4G. Meski begitu, Desmond tak menampik jika tetap ada BTS 2G nan dimiliki perusahaan.

Ini lantaran di kalangan pengguna nan tinggal di pedesaan, cakupan jaringan 4G tetap belum merata lantaran keterbatasan pembangunan prasarana dan kapabilitas transport. 

"2G bakal tetap dipertahankan di beberapa daerah, namun pembangunan jaringan 4G menjadi nan utama," tutur dia. 

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber liputan6.com teknologi
liputan6.com teknologi