Menkeu Akui Bea Cukai Kadang Ganggu Kenyamanan, Tapi Demi Ekonomi RI

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

CNN Indonesia

Senin, 29 Apr 2024 11:36 WIB

Menkeu Sri Mulyani mengatakan kerja Direktorat Jenderal Bea Cukai merupakan tugas negara nan rumit, di tengah banyaknya kasus viral mengenai lembaga tersebut. Menkeu Sri Mulyani mengatakan kerja Direktorat Jenderal Bea Cukai merupakan tugas negara nan rumit, di tengah banyaknya kasus viral mengenai lembaga tersebut. (REUTERS/EVELYN HOCKSTEIN).

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan kerja Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) merupakan tugas negara nan rumit, di tengah banyaknya kasus viral mengenai lembaga tersebut.

Oleh lantaran itu, wanita nan berkawan disapa Ani itu meminta Bea Cukai kudu bisa berkomunikasi secara baik dengan masyarakat. Ia meminta anak buahnya itu bisa mengedukasi dan menjelaskan kepada penduduk Indonesia soal sungguh rumitnya kerja mereka.

"Instansi Bea Cukai kudu melakukan banyak peraturan-peraturan nan merupakan dari patokan beragam kementerian/lembaga (K/L)," kata Ani dalam akun IG pribadinya @smindrawati, Minggu (28/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah sebuah tugas nan rumit, tugas negara, kadang-kadang mengganggu kenyamanan masyarakat. Namun, ada juga tujuan, ialah menjaga perekonomian Indonesia," sambungnya.

Ia merinci 4 tugas utama DJBC Kementerian Keuangan. Pertama, Ani mengatakan Bea Cukai datang sebagai revenue collector dari bea masuk alias pajak.

Akan tetapi, sang Bendahara Negara itu menegaskan ada tiga tugas lain nan tak kalah penting.

Tugas kedua Bea Cukai menurut Ani adalah penyedia perdagangan. Ketiga, DJBC kudu menjadi industrial assistance alias mendukung industri dalam negeri.

Keempat, Ani menyebut lembaga ini punya tugas sebagai community protector namalain menjaga masyarakat.

"Hari-hari ini jika kita lihat lampau lintas melalui salah satu airport Bea Cukai di Soekarno-Hatta sungguh sangat luar biasa banyak," tuturnya.

"Saya minta kepada Bea Cukai untuk terus bekerja sama dengan para stakeholder lantaran saya sangat percaya di era digital ini banyak sekali masyarakat tentu bakal memberikan masukan serta feedback dan itu sangat bermanfaat," tutup Ani.

Setidaknya ada 3 kasus viral menyangkut Bea Cukai belakangan ini. Kasus viral tersebut, ialah pungutan bea masuk impor sepatu hingga Rp30 juta, hibah perangkat belajar untuk sekolah luar biasa (SLB) nan ditahan dua tahun lamanya, dan kotak bingkisan action figure milik influencer Indonesia nan rusak usai ditahan DJBC.

[Gambas:Video CNN]

(skt/sfr)

Sumber cnnindonesia.com
cnnindonesia.com