Kemenperin Dorong Investasi Masuk ke Industri Antara

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

CNN Indonesia

Rabu, 01 Mei 2024 01:50 WIB

Kemenperin mengimbau penanammodal untuk masuk ke industri antara, ialah sektor nan berada di antara hulu dan hilir. Kemenperin mengimbau penanammodal untuk masuk ke industri antara, ialah sektor nan berada di antara hulu dan hilir. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengimbau penanammodal untuk masuk ke industri antara, ialah sektor nan berada di antara hulu dan hilir. Industri ini memproduksi peralatan separuh jadi ini.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif mengatakan ada banyak akomodasi fiskal nan bisa diberikan kepada penanammodal jika masuk ke industri intermediate ini.

"Kami tentu berambisi bahwa investasi terutama diarahkan pada industri pionir nan diharapkan bisa membantu memproduksi barang-barang nan selama ini diimpor," katanya dalam konvensi pers, Senin (29/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Febri menjelaskan industri terbagi atas tiga, ialah hulu, tengah alias intermediate alias antara, dan hilir. Selama ini katanya investasi condong masuk ke industri hulu dan hilir. Sedangkan investasi ke industri intermediate alias antara tetap kurang.

"Misalnya industri hulu kita produksi terus diekspor. Ekspornya diolah di negara lain, terus kemudian dibawa lagi ke Indonesia jadi bahan baku industri nan di hilir," katanya.

"Makanya kita butuh industri nan intermediate ini. Ini kita bilang industri pionir, nan bolong-bolong di pohon industri," katanya.

Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat investasi Indonesia pada kuartal I 2024 mencapai Rp401,5 triliun.

Secara sektoral, industri prasarana dan jasa menguasai investasi periode ini dengan nilai sebesar Rp169,2 triliun. Kemudian, industri manufaktur sebesar Rp161,1 triliun dan industri primer sebesar Rp71,2 triliun.

Realisasi investasi tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp197,1 triliun alias 49,1 persen dari total investasi pada kuartal-I 2024. Selanjutnya, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp204,4 triliun alias 50,9 persen dari total investasi kuartal I-2024.

[Gambas:Video CNN]

(fby/pta)

Sumber cnnindonesia.com
cnnindonesia.com