Uni Eropa Selidiki Meta soal Dugaan Disinformasi Pemilu 2024

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Uni Eropa tengah melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap Meta atas dugaan kegagalannya dalam menghapus disinformasi pemilu.

Meskipun pernyataan Komisi Eropa tidak secara definitif menyebut Rusia, namun Meta mengonfirmasi bahwa penyelidikan ini menargetkan kampanye Doppelganger di negara tersebut, sebuah operasi disinformasi online nan mendorong propaganda pro-Kremlin.

Sumber Bloomberg juga mengatakan penyelidikan tersebut difokuskan pada operasi disinformasi Rusia, dan menggambarkannya sebagai serangkaian “upaya untuk meniru tampilan sumber buletin tradisional sembari menghasilkan konten nan mendukung kebijakan Presiden Rusia Vladimir Putin.”

Mengutip Engadget, Kamis (2/5/2024), penyelidikan ini dilakukan sehari setelah Prancis mengatakan 27 dari 29 negara personil Uni Eropa telah menjadi sasaran propaganda online pro-Rusia menjelang pemilihan parlemen Eropa pada Juni 2024 (pemilu 2024).

Kementerian Luar Negeri Perancis, Jean-Noel Barrot, mendesak platform sosial untuk memblokir situs-situs nan berperan-serta dalam operasi kombinasi tangan asing.

Juru bicara Meta mengatakan perusahaan berada di garis depan dalam mengungkap kampanye Doppelganger Rusia, saat kali pertama menyorotinya pada tahun 2022.

Perusahaan tersebut mengatakan telah menyelidiki, mengganggu, dan memblokir puluhan ribu aset jaringan Doppelganger.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Penyelidikan Iklan

Presiden Komisi Eropa menyebut Meta, Facebook, dan IG mungkin melanggar Undang-Undang Layanan Digital (Digital Services Act/DSA).

DSA adalah undang-undang krusial nan disahkan pada tahun 2022, di mana memberikan kewenangan kepada Uni Eropa untuk mengatur platform sosial.

Undang-undang ini memperbolehkan Komisi Eropa untuk mengenakan denda besar kepada perusahaan nan melakukan pelanggaran, hingga enam persen dari omzet tahunan suatu perusahaan secara global.

Dalam pernyataannya kepada Engadget, Meta mengatakan, “Kami mempunyai proses nan mapan untuk mengidentifikasi dan memitigasi akibat pada platform kami. Kami berambisi dapat melanjutkan kerja sama dengan Komisi Eropa dan memberikan mereka rincian lebih lanjut mengenai hal ini.”

Penyelidikan Komisi Eropa bakal mencakup kebijakan dan praktik Meta mengenai dengan iklan nan menipu dan konten politik di layanannya.

Hal ini juga membahas tidak tersedianya wacana sipil pihak ketiga nan efektif secara real-time dan perangkat pemantauan pemilu menjelang pemilu Parlemen Eropa.

Meta Akan Rekrut Tim Cek Fakta Pihak Ketiga

Penyelidikan terakhir merujuk pada penghentian Meta terhadap perangkat CrowdTangle, nan digunakan oleh para peneliti dan pemeriksa kebenaran selama bertahun-tahun untuk mempelajari gimana konten menyebar di FB dan Instagram.

Sejumlah golongan menandatangani surat terbuka bulan lalu, mengatakan bahwa rencana penutupan Meta selama pemilu dunia tahun 2024 merupakan “ancaman langsung” terhadap integritas pemilu global.

Meta mengatakan kepada Engadget bahwa CrowdTangle hanya menyediakan sebagian mini dari info nan tersedia untuk umum dan tidak bakal berfaedah sebagai perangkat pemantauan pemilu nan lengkap.

Perusahaan mengatakan sedang membangun perangkat baru untuk memberikan info nan lebih komprehensif kepada peneliti dan pihak luar lainnya.

Meta menyebut saat ini sedang merekrut mitra pengecekan kebenaran pihak ketiga untuk membantu mengidentifikasi info nan salah.

Infografis Ada 204 Juta Lebih DPT di Pemilu 2024. (Liputan6.com/Abdillah)

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi (kanan) sesaat sebelum berbincang berbareng mantan Perdana Menteri Inggris nan juga Pendiri dari Organisasi Nirlaba Tony Blair Insitute, Tony Blair (kiri) di instansi Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Jakarta, Jumat (19/4/2024). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sumber liputan6.com teknologi
liputan6.com teknologi