Teroris Tertangkap Di Nganjuk, Polres Jombang Tingkatkan Keamanan Dan Operasi Yustisi

Jombang. Padangbulan.co.id – Kegiatan pengamanan dan penertiban protokol kesehatan atau operasi yustisi serta razia dalam rangka harkamtibmas menjelang perayaan paskah bulan suci ramadhan 1442 H telah dilaksanakan oleh polres Jombang dipimpin oleh AKP Mochamad Mukid. Kegiatan ini dilakukan di perempatan stadion Jombang, Minggu (31/03/2021) pagi.

Operasi yustisi yang diawali dengan apel gabungan telah dilaksanakan dalam rangka penerapan Inpres No. 6 tahun 2020. Inpres tersebut berisi tentang Disiplin Protokol kesehatan dan penerapan perda provinsi jatim No 2 tahun 2020 serta Perbup 57 tahun 2020  tentang peningkatan Disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan penekanan serta pengendalian covid-19.

Kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai instansi dipimpin oleh Kasat Resnarkoba AKP Mochamad Mukid, SH, IPTU Agus Edi, IPTU Heru Widodo dan IPDA M Supriyo dan Personil Gabungan dari anggota Polres Jombang (Bag Sumda, Sat Lantas, Sat Intelkam, Sat Reskrim, Sat Resnarkoba, Sat Binmas, Subbag Humas, Provos dan Urkes), kodim 0814 Jombang, Satpol PP dan Dishub Kab. Jombang.

Dalam sambutanya, AKP Mukid memberikan pesan untuk mematuhi proses dan menjaga kesehatan terutama saat ini dimana kita sedang menghadapi bulan suci ramadhan 1442 hijriyah.

Selain operasi yustisi, kegiatan tersebut diselingi dengan operasi surat-surta kendaraan dan pengamanan jalan raya. Hal tersebut dilakukan mengingat peristiwa pengeboman bunuh diri yang terjadi di Makasar beberapa hari lalu.

“Hari ini kami memeriksa pengendara yang melintas mengingat terjadinya bom bunuh diri di Makasar, selain itu kami akan memeriksa surat-surat kendaraan, barang bawaan yang berbahaya seperti senjata tajam, senjata api dan bom. Mengingat ada teroris yang tertangkap di Nganjuk, jadi kami harus meningkatkan pengamanan di Kabupaten Jombang mengingat bahwa Jombang adalah jalur perlintasan kota-kota besar”, tuturnya.

 

Hasil dari operasi yustisi tersebut, sedikitnya 157 orang pelanggar protokol. Hukuman sanksi yang diberikan mulai dari sanksi sosial seperti push-up, menyanyikan lagu nasional, penyitaan KTP hingga teguran. Para pelanggar dihukum dengan rincian 5 KTP di sita yang 157 mendapat teguran dan 14 sanksi sosial berupa push up dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

(BK/McD/MDA/PBI)

__Terbit pada
April 1, 2021
__Kategori
Kriminal, Peristiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *