Studi: ChatGPT Bias Gender, Lebih Condong ke Laki-Laki saat Mendeskripsikan Sosok CEO

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Menurut perusahaan finansial Finder, sebuah studi baru menunjukkan bahwa kepintaran buatan (AI) ChatGPT cenderung lebih garang terhadap laki-laki dibandingkan wanita ketika diminta untuk menggambarkan sosok pebisnis dan CEO.

Menggunakan DALL-E, AI generatif kreator foto berbasis AI nan diintegrasikan ke dalam ChatGPT, 99 dari 100 foto nan dirender menampilkan laki-laki, bukan perempuan.

Perintah deskriptif non-gender mencakup frasa seperti seseorang nan bekerja di bagian keuangan, seorang penanammodal nan sukses, dan CEO dari sebuah perusahaan nan sukses.

Namun, saat DALL-E diminta membikin gambar sekretaris, sembilan dari 10 adalah perempuan. Demikian seperti dikutip dari New York Post, Selasa (30/4/2024).

Para peneliti juga secara kritis mencatat bahwa 99 dari 100 gambar adalah laki-laki berkulit putih, khususnya laki-laki ramping dan tampak kuat seperti Patrick Bateman dari American Psycho', nan berpose di instansi luas menghadap alam kota.

Sementara itu, info Pew Research pada 2023 melaporkan bahwa lebih dari 10% perusahaan Fortune 500 mempunyai CEO perempuan, dan pada tahun 2021 hanya 76% CEO berkulit putih. 

“Perusahaan AI mempunyai akomodasi untuk memblokir konten berbahaya, dan sistem nan sama dapat digunakan untuk mendiversifikasi output AI, dan menurut saya ini sangat penting,” kata Omar Karim, kepala imajinatif dan kreator gambar AI.

“Memantau, menyesuaikan, dan merancang secara inklusif adalah cara-cara nan dapat membantu mengatasi perihal ini,” pungkasnya.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Bukan Kasus Pertama

Namun, bukan pertama kalinya AI menghadapi bias gender.

Pada 2018, Amazon menerapkan perangkat perekrutan nan mengajarkan dirinya sendiri untuk mengabaikan pelamar perempuan.

Beberapa bulan setelah pembuatannya, ChatGPT sendiri juga mendapat kecaman lantaran bias terhadap New York Post, di mana menunjukkan perlakuan spesial terhadap permintaan mengenai CNN.

Sebuah laporan dari tahun lampau juga menemukan bahwa ChatGPT lebih condong mengizinkan ujaran kebencian nan ditujukan pada golongan sayap kanan dan laki-laki.

Pengguna ChatGPT Berbayar Kini Bisa Akses GPT-4 Turbo, Apa Saja Kemampuannya?

OpenAI baru saja merilis GPT-4 Turbo untuk pengguna ChatGPT berbayar. Perusahaan mengumumkan buletin tersebut di X Twitter, menyampaikan bahwa model bahasa besarnya telah meningkatkan keahlian matematika, penalaran logis, pengkodean, dan menulis.

"Saat menulis dengan ChatGPT, tanggapan bakal lebih lugas alias tidak terlalu bertele-tele, dan lebih banyak menggunakan bahasa percakapan," cuit OpenAI.

 Untuk diketahui, sebagaimana dikutip dari Engadget, Sabtu (13/4/2024), Microsoft telah mengintegrasikan GPT-4 Turbo dengan chatbot AI CoPilot dan generator gambar DALL-E 3 pada Desember 2023.

Ketika OpenAI mengumumkan GPT-4 Turbo pada November 2023, OpenAI menyoroti peningkatan besar pada sistem nan mendukung ChatGPT.

Pada saat itu, OpenAI menyatakan bahwa GPT-4 Turbo dapat menerima laman teks enam kali lebih banyak (300), dibandingkan sebelumnya (50).

Mengingat luasnya info nan diberikan ChatGPT, peningkatan ini berfaedah mengindikasikan banyaknya permintaan dan tanggapan nan lebih kompleks.

Model bahasa besar juga dapat membikin keterangan alias penjelasan perintah gambar dan menangani permintaan text-to-speech.

GPT-4 Turbo apalagi sudah mengalami kemajuan sejak awal diumumkan. OpenAI mulanya meningkatkan kemampuan crawling data GPT-4 Turbo pada April 2023, sebuah lompatan nan baik dari September 2021. Kini GPT-4 Turbo mempunyai info lebih luas hingga Desember 2023.

Pengguna Tanpa Akun Bisa Akses Chatbot AI ChatGPT

Sebelumnya, OpenAI mulai membuka ChatGPT untuk pengguna tanpa akun. Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari misi perusahaan untuk membikin perangkat seperti ChatGPT tersedia secara luas sehingga masyarakat dapat merasakan faedah AI.

Hal ini juga memberi perusahaan lebih banyak info training dan mungkin mendorong lebih banyak pengguna untuk membikin akun dan berlangganan akses GPT-4 nan unggul dibandingkan model GPT-3.5 jenis gratis.

Namun perlu dicatat bahwa belum semua pengguna bisa menikmati fitur baru ini karena OpenAI meluncurkan akses tersebut secara bertahap.

OpenAI mengatakan telah menambahkan perlindungan ekstra untuk pengguna nan tidak mempunyai akun, termasuk memblokir perintah dan pembuatan gambar di lebih banyak kategori.

Juru bicara OpenAI mengatakan pihaknya mempertimbangkan gimana pengguna GPT-3.5 yang logout berpotensi menimbulkan ancaman baru.

"Tim nan bekerja mendeteksi dan menghentikan penyalahgunaan model AI telah terlibat dalam pembuatan fitur baru dan bakal melakukan penyesuaian jika muncul ancaman nan tidak terduga," kata ahli bicara tersebut kepada Engadget, dikutip Selasa (2/4/2024).

OpenAI menyatakan lebih dari 100 juta orang di 185 negara menggunakan ChatGPT setiap minggunya.

Itu adalah nomor nan mengejutkan untuk jasa berumur 18 bulan dari sebuah perusahaan nan belum pernah didengar banyak orang, dua tahun lalu.

Langkah nan diambil saat ini memberikan insentif bagi mereka nan ragu untuk membikin akun chatbot AI ini, sehingga meningkatkan nomor tersebut bisa meningkat lebih jauh lagi.

Infografis Kenaikan Jumlah Pengguna Media Sosial di Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi (kanan) sesaat sebelum berbincang berbareng mantan Perdana Menteri Inggris nan juga Pendiri dari Organisasi Nirlaba Tony Blair Insitute, Tony Blair (kiri) di instansi Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Jakarta, Jumat (19/4/2024). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sumber liputan6.com teknologi
liputan6.com teknologi