Sandi Komentari Rumah Menteri di IKN yang Disebut Luhut Terlalu Kecil

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

CNN Indonesia

Kamis, 02 Mei 2024 09:00 WIB

Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan ukuran rumah menteri di IKN pas, tidak terlalu besar, juga tak terlalu kecil. Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan ukuran rumah menteri di IKN pas, tidak terlalu besar, juga tak terlalu kecil. (Foto: Dok. Kementerian PUPR via Detikcom)

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan ukuran rumah menteri di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pas.

Komentar ini dilontarkan usai Sandi mengecek langsung kompleks rumah menteri di IKN pada akhir April 2024.

"Rumah (menteri) ini memang didesain sangat fungsional di setiap ruangnya. Tidak terlalu besar, tapi juga tidak terlalu kecil," kata Sandi dalam keterangan resmi, Selasa (30/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan ini (rumah menteri di IKN) sudah kita pastikan juga merujuk pada prinsip-prinsip keberlanjutan," tegasnya.

Rumah di Kalimantan Timur itu berkonsep compact city dengan luas lahan 1.000 meter. Sementara, luas bangunannya sekitar 580 meter.

Perdebatan soal ukuran rumah menteri sempat muncul di media sosial X. Sejumlah warganet menilai tempat tinggal para pembantu presiden itu terlalu mewah.

Akan tetapi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan malah berpandangan sebaliknya. Luhut menganggap rumah dinasnya di IKN terlalu kecil.

Keluhan Luhut ini diungkapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

"Lebih Kecil dari ukuran (rumah menteri) di Widya Chandra. Bahkan Pak Luhut bilang, 'Loh, ini kok kecil?'," kata Basuki di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (13/3).

Basuki mengatakan rumah dinas menteri di Jakarta memang jauh lebih besar. Ini disebabkan pembangunan rumah menteri di ibu kota baru mengikuti konsep 'compact city'.

Pembangunan rumah menteri di IKN Nusantara menelan anggaran setidaknya Rp14 miliar per unit.

Kementerian PUPR melaporkan, per 26 April 2024 sudah terbangun 5 rumah dari total sasaran 36 unit. Sisa rumah nan belum rampung punya progres beragam, mulai dari 46 persen hingga 90 persen.

[Gambas:Video CNN]

(skt/pta)

Sumber cnnindonesia.com
cnnindonesia.com