Petani Rembugwangi Sambut Baik Realisasi Proyek P3-TGAI Usulan Anggota DPR-RI Asal Jombang Hj Sadarestuwati 

Jombang, Padangbulan.co.id – Para Petani Padi Polowijo di Dusun Rembugwangi, Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang menyambut baik, atas rampungnya pembangunan saluran irigasi teknis dalam proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahap I tahun 2021.

Petani tampak antusias akan bisa meningkatkan hasil usaha taninya menyusul rampungnya proyek dimaksud, mengingat, selama ini, saluran irigasi tersebut tidak berfungsi. Jaringan saluran air tersebut hilang/rusak akibat sekian tahun budi daya tanaman tebu, yang konon tidak terlalu butuh air irigasi secara teratur.

Seiring dengan kebutuhan, keluhan dan berubahnya pola usaha tani setempat, Kepala Desa Watudakon Suharto, S.Sos., ST, pada tahun 2020 mencari inisiatif untuk pembangunan insfrastruktur, dan menyampaikan problem tersebut kepada Anggota DPR-RI berasal dari Kabupaten Jombang, yakni Ibu Hj Sadarestuwati, SP., M.MA anggota Komisi V yang membidangi Infrastruktur dan Perhubungan serta Kementrian PUPR.

Alhasil, respon positif aspirasi tersebut ditampung melalui PDI-Perjuangan Kabupaten Jombang, dan mendapat jawaban nyata. Tahun 2021 usulan tersebut terealisasi dengan dibangunannya saluran irigasi teknis sepanjang 267 meter, lebar 1 (satu) meter dengan tinggi 1,10 meter, kontruksi dinding tembok batu kali.

Kegiatan pembangunan proyek senilai Rp 195 juta dana APBN dari Kementrian PURP tersebut mulai dikerjakan pada pertengahan April 2021 dengan jadwal 110 hari kalender. Mekanisme pekerjaan dilakukan swakelola oleh HIPPA (Himpunan Petani Pengguna Air) Rukun Maju, Dusun Rembugwangi, yang dikoordinasi oleh Sarpani, Ketua HIPPA Desa Watudakon.

“Alhamdulillah, semoga bisa meningkatkan hasil usaha tani warga. Selain akan mempermudah pengelolaan mata air dari Sungai Brantas dari Dam Pintu Air Mrican Kediri. Yang sebelumnya, petani rebutan air, dengan membuat tula’an, di sawah masing-masing, sekarang akan diatur bergilir, sehingga semua akan bisa teraliri sesuai debit air yang kita terima,” tukas Sarpani.

Untuk diketahui, persawahan di kawasan Desa Watudakon mendapat giliran air irigasi teknis berjarak 86 KM dari Pintu Air Mrican Kediri, dengan jadwal sepuluh hari sekali, dengan durasi 38 jam. Namun, tidak jarang aliran tersebut tidak sesuai jadwal yang ditata oleh Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWSB) Jawa Timur, justru cenderung tidak ada air irigasi mengalir, sehingga petani, berinisiatif menggunakan pompanisasi untuk memenuhi kecukupan air usaha taninya. Ragam usaha tani warga setempat seperti tanak Kangkung, buah Semangka, Padi dan Palawija.

Kepala Desa Suharto di lokasi tersebut menyaksikan secara langsung penyerahan program P3-TGAI dari petugas PDI-Perjuangan Kabupaten Jombang, Anhar yang juga sebagai pendamping program dimaksud. Penyerahan itu ditandai dengan cara dilalukan pengukuran panjang saluran irigasi yang terbangun sesuai dengan pedoman bestek proyek P3-TGAI untuk Desa Watudakon Tahap I tahun 2021.

“Atas nama warga dan petani Desa Watudakon, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Hj Sadarestuwati, yang biasa kami panggil Mbak Estu, yang telah memperhatikan kebutuhan riil warga. Semoga, akan bisa menjadi hubungan simbiosis, saling memberi kontribusi positif, baik secara politik maupun ekonomi untuk kemajuan pembangunan segala bidang di Kabupaten Jombang,” tutur Suharto, yang sempat menjabat Kabid di Dinas PUPR Kabupaten Jombang sebelum mengikuti Pilkades tahun 2019 lalu.

(McD/MDA/PBI)

__Posted on
July 3, 2021
__Categories
Kriminal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *