Pelayanan Poli Geriatri RSUD Jombang Semakin Terdepan

Jombang, Padangbulan.co.id – Program RSUD Jombang menyapa kali ini kedatangan narasumber dari Istana Pandawa. Narasumber yang sudah berkompeten di dunia kesehatan ini bernama Retno Wahyuni. S, Kep. Ners. Program tersebut juga bisa diakses di laman youtube official RSUD Kabupaten Jombang. Pada kesempatan ini, Retno menjelaskan tentang Lansia dengan resiko jatuh.

Retno menjelaskan bahwa menua atau menjadi tua adalah proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita.

Retno Wahyuni menjelaskan definisi lanjut usia yaitu seseorang yang berusia lebih dari 65 tahun. Menurut data pada tahun 2020, jumlah lansia indonesia mencapai 28,8 juta orang atau 11,34 %. Perbandingan jumlah lansia laki-laki dan perempuan yaitu 63,1% – 33,6 %.

Ketika seseorang memasuki usia lanjut, ada beberapa tanda yang terlihat, seperti, Kekuatan tubuh menurun, contoh: mudah lelah, kulit keriput, gigi tanggal atau goyang, air liur berkurang, Daya ingat menurun, contoh: mudah lupa, tidak merasa haus, nafsu makan berkurang, kebutuhan jam tidur berkurang, Pendengaran atau penglihatan berkurang, Gangguan keseimbangan misalnya mudah jatuh, kekebalan menurun misalnya lebih rentan terkena infeksi, gangguan pencernaan misalnya mudah diare, sembelit, kembung

Retno menambahkan seseorang yang telah lanjut usia memiliki faktor risiko untuk jatuh. Yaitu, faktor Intrinsik dan Ekstrinsik. Faktor intrinsik yaitu kondisi fisik dan neuropsikiatrik, Penurunan visus dan pendengaran, Perubahan neuromuscular, gaya berjalan dan reflek postural karena proses menua. Sedangkan untuk faktor Ekstrinsik yaitu obat-obatan yang diminum, alat bantu berjalan (salah pemilihan alat bantu berjalan), lingkungan yang tidak mendukung (berbahaya) misalnya dalam lingkungan rumah.

Untuk tempat yang beresiko bagi lansia untuk jatuh di mana saja, bahkan di rumah. Penyebab jatuh di lingkungan rumah. yaitu, penerangan yang kurang baik (kurang atau menyilaukan), lantai yang licin dan basah misalnya di toilet, tempat berpegangan yang tidak kuat atau tidak mudah dipegang, alat-alat rumah tangga yang diletakkan dibawah seperti perabot, kabel (tersandung), keadaan permukaan lantai yang tidak rata atau rusak.

Bagi lansia yang jatuh rentan terkena risiko cedera. seperti, cedera (injury) menyebabkan kerusakan fisik dan psikologis, disabilitas hingga kematian.

“Untuk pencegahan lansia jatuh itu ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan. Seperti, penerangan rumah harus cukup tetapi tidak menyilaukan, lantai rumah datar, tidak licin, bersih dari benda-benda kecil yang susah dilihat, peralatan rumah tangga yang sudah tidak aman (lapuk, dapat bergeser sendiri) sebaiknya diganti dan kamar mandi diupayakan tidak licin sebaiknya diberi pegangan pada dindingnya, pintu yang mudah dibuka. WC Sebaiknya dengan kloset duduk dan diberi pegangan di dinding” Ucap perawat Istana Pandawa tersebut.

Di sesi terakhir, Retno juga menjelaskan bagi lansia yang berada di daerah Jombang dan sekitarnya. Pihak manajemen RSUD Jombang telah menyiapkan beberapa fasilitas untuk lansia. Untuk pelayanan, RSUD Jombang menyediakan lajur khusus untuk lansia (Poli geriatri). Jadi tidak perlu khawatir menunggu lama untuk mengantri di poli.

Dari segi tenaga medis, RSUD Jombang sudah menyediakan beberapa tenaga medis spesialis poli geriatri yang sudah berkompeten diantaranya dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis syaraf, dokter spesialis rehabilitasi medik, dokter spesialis kesehatan jiwa dan juga petugas gizi yang ahli di bidangnya. Pelayanan Poli Geriatri buka dari hari Senin-Kamis. Di akhir talkshow tersebut, Retno berpesan untuk masyarakat yang mempunyai keluarga atau tetangga yang sudah berusia lanjut, sangat dianjurkan untuk diperiksakan ke RSUD Jombang.

(McD/MDA/PBI)

__Terbit pada
Mei 25, 2021
__Kategori
Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *