Nexter KNDS Prancis Siap Berbagi Teknologi Amunisi Skala Besar ke RI

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Nexter KNDS Group asal Prancis berkomitmen untuk mentransfer pengetahuan dan teknologi pertahanan darat, di antaranya amunisi untuk kaliber menengah hingga besar untuk RI.

KNDS Representative Officer di Indonesia Thomas Gerard mengatakan pihaknya sudah lama menjalin kerja sama dengan RI sehingga komitmen transfer pengetahuan dan teknologi menjadi bagian grup tersebut.

Diketahui, Nexter KNDS merupakan perusahaan pertahanan darat asal Prancis nan memproduksi tank, artileri hingga amunisi skala besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentu saja teknologi ini bakal berkontribusi untuk memberikan lebih banyak keahlian, kedaulatan, dan untung bagi Indonesia. Ini adalah dua domain utama kami ketika bekerja sama dengan industri pertahanan Indonesia," kata Gerard dalam keterangannya, Kamis (29/8).

Dia menuturkan salah satu nan bakal dibagikan oleh perusahaan asal Prancis itu adalah teknologi amunisi skala menengah dan besar.

 "Kami bersedia untuk memberikan lebih banyak teknologi, pengetahuan, dan juga manufaktur ke Indonesia," kata Gerard.

Perusahaan dari benua Eropa itu selama ini menjalin kerja sama dengan PT Pindad (Persero) nan sekarang tergabung dalam holding BUMN pertahanan ialah Defend ID.

Deputi Bidang Polhukam Bappenas RI Bogat Wdiyatmoko menegaskan pemerintah memfokuskan pengadaan perangkat pertahanan dan keamanan dengan mempersiapkan anggaran industri pertahanan dalam negeri. Hal itu disampaikannya dalam Seminar Pertahanan Darat nan digelar oleh Lemhanas berbareng Nexter KNDS pada pekan ini.

Apalagi, sambungnya, pengadaan perangkat pertahanan dan keamananan menjadi salah satu program prioritas Presiden 2025-2029.

"Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 telah menyusun sejumlah pedoman dan strategi untuk memperkuat industri pertahanan dalam negeri," kata Bogat.

Bogat menambahkan, Indonesia berada di ranking 25 sebagai negara nan paling banyak impor perangkat utama sistem senjata (alutsista), walaupun bukan sebagai pembeli terbesar. Negara nan mendistribusikan senjatanya adalah Amerika Serikat, Prancis dan Korea Selatan.

Dia pun meminta BUMN sektor pertahanan untuk lebih banyak memproduksi alutsista. Apalagi, BUMN sektor pertahanan mempunyai pendapatan nan sudah naik saat ini.

"Kita minta BUMN industri pertahanan bisa meningkatkan produksi senjata maupun alutsista," jelasnya.

Keberhasilan militer


Dalam kesempatan serupa, Plt Gubernur Lemhanas RI Letjen TNI Eko Margiyono menegaskan bahwa amunisi konvensional menjadi salah satu paremeter keberhasilan operasi militer.

Dalam sambutannya, Eko menyatakan, belajar dari beberapa peperangan di beragam bagian bumi dalam beberapa tahun belakangan, amunisi konvensional menjadi prioritas selain penggunaan teknologi baru dalam memenangkan pertempuran.

"Kebutuhan amunisi konvensional menjadi suatu parameter keberhasilan operasi nan sangat perlu dipenuhi dan diperhitungkan. Ini untuk menjamin kesiapsiagaan operasi TNI dalam menghadapi beragam tantangan dan ancaman nan mungkin ditimbulkan setiap saat," tegas Eko.

(asa/asa)

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnnindonesia.com
cnnindonesia.com