CNN Indonesia
Kamis, 29 Agu 2024 08:36 WIB
Harga minyak bumi stabil pada Kamis (29/8) di tengah penarikan stok AS nan di bawah ekspektasi, kekhawatiran permintaan China, dan gangguan pasokan Libya. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Agus Triyono).
Jakarta, CNN Indonesia --
Harga minyak dunia stabil pada Kamis (29/8) menyusul penarikan persediaan minyak mentah AS nan lebih mini dari nan diharapkan dan kekhawatiran nan terus bersambung atas permintaan China mengimbangi gangguan pasokan dari Libya.
Dilansir Reuters, nilai minyak mentah Brent berjangka turun 1 sen, alias 0,01 persen, pada US$78,64 per barel pada pukul 00.43 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 8 sen, alias 0,1 persen, menjadi US$74,60.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua perjanjian turun lebih dari 1 persen pada Rabu kemarin, setelah info menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS turun 846 ribu barel menjadi 425,2 juta barel minggu lalu, lebih rendah dari ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk penarikan 2,3 juta barel.
Namun, kerugian dibatasi oleh kekhawatiran atas gangguan pasokan dari Libya, personil Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Sejumlah ladang minyak di Libya telah menghentikan produksi di tengah perebutan kendali atas bank sentral negara itu, dengan satu firma konsultan memperkirakan gangguan produksi antara 900 ribu dan 1 juta barel per hari (bph) selama beberapa minggu.
Pada Juli, Libya memproduksi sekitar 1,18 juta bph.
"Masalah sisi pasokan terus menghantui pasar. Produksi Libya telah berkurang lebih dari setengahnya minggu ini di tengah pertikaian politik," kata ANZ Research dalam sebuah catatan.
Lembaga riset itu juga memprediksi produksi berisiko turun lebih jauh lantaran lebih banyak ladang ditutup.
Sementara itu, ekspektasi bank sentral AS bakal mulai memangkas suku kembang bulan depan juga mendukung nilai minyak. Pimpinan The Federal Reserve Bank of Atlanta Raphael Bostic mengatakan dengan inflasi nan lebih rendah dan pengangguran nan meningkat lebih dari nan diantisipasi, mungkin sudah waktunya untuk pemangkasan suku bunga.
Suku kembang nan lebih rendah menurunkan biaya pinjaman nan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi dan permintaan minyak.
[Gambas:Video CNN]
(sfr)
1 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·