Gapki soal Kampanye Negatif Sawit: Sampai Kiamat Akan Terus Ada

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

CNN Indonesia

Selasa, 30 Apr 2024 23:00 WIB

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menegaskan kampanye negatif terhadap produk Indonesia ini bakal terus terjadi, apalagi sampai kiamat. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menegaskan kampanye negatif terhadap produk Indonesia ini bakal terus terjadi, apalagi sampai kiamat. ( Greenpeace/Ulet Ifansasti).

Jakarta, CNN Indonesia --

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menegaskan kampanye negatif terhadap produk Indonesia ini bakal terus terjadi, apalagi sampai kiamat.

Ketua Umum Gapki Eddy Martono mencontohkan akibat kampanye negatif sawit terhadap kinerja ekspor. Ia mencatat produk sawit dan turunannya ke Uni Eropa terus turun dari tahun ke tahun.

"Kampanye negatif (terhadap sawit) sampai detik ini tidak pernah selesai dan saya percaya juga sampai hariakhir pun tidak pernah selesai kampanye negatif. Karena saya memandang ini adalah persaingan dagang," ucap Eddy dalam Halalbihalal Gapki di Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (30/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eddy mencatat produk sawit Indonesia nan dikirim ke Uni Eropa merosot pada 2023 lampau ke 4,17 juta ton. Padahal, tahun sebelumnya tetap mencapai 5,03 juta ton.

Bahkan, ekspor secara bulanan pun turun. Ia melaporkan pengiriman sawit dan turunannya merosot dari 3,68 juta ton per Januari 2024 ke 3,41 juta ton pada Februari 2024.

Gapki mengatakan kondisi pengusaha sawit sedang tidak baik-baik saja. Menurutnya, banyak masalah nan tak kunjung usai.

"Di sini kita memandang bahwa kemarin perang Rusia-Ukraina sampai sekarang belum tahu kapan selesainya. Ditambah lagi perang Timur Tengah belum tahu kapan berakhir," tutur Eddy.

"Ditambah lagi bentrok Israel dengan  Iran. Ini juga pasti bakal mempengaruhi ekonomi global. Ini mestinya kebijakan-kebijakan (Pemerintah Indonesia) memandang ke situ, agar minyak sawit kita tetap kompetitif di pasar internasional," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]

(skt/agt)

Sumber cnnindonesia.com
cnnindonesia.com