Efek PPKM Mereda, Warga Berbondong-bondong Mengurus Berkas Ke DUKCAPIL

Jombang, Padangbulan.co.id – Antrian kembali terjadi di loket pelayanan data kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jombang. Padahal, sistem layanan sudah mulai digeser ke masing-masing kecamatan.

Pada selasa (05/10/21), ratusan orang nampak memadati halaman depan loket menunggu panggilan petugas. Ada yang hanya duduk-duduk dibawah pohon, adapula yang menunggu sambil rebahan.

Salah satu warga, Muhammad candra dwi asal Kecamatan Sumobito, dia mengaku harus menunggu beberapa jam untuk mengurus surat akta kelahiran . Padahal berkas sudah ditumpuk, bahkan, untuk mengambil dokumen yang telah jadi itu, dirinya juga harus mengantre selama berjam-jam.

Saya mengurus berkas sudah saya kumpulkan sejak pagi , siang sudah jadi tapi ya lama sejak pagi tadi, ini gantian nunggu tetangga ngurus akta juga, sama juga lama mungkin sangking ramainya,” ujarnya.

Oky Hendra Tri Afandi salah satu petugas Dinas Pencatatan Sipil kab, Jombang Sejauh ini ada dua sistem pelayanan yang dibuka, selaian manual, pihaknya juga telah membuka layananan secara online kepada masyarakat. Bahkan, untuk mengurus dokumen kependudukan apapaun, kini masyarakat juga sudah bisa mengaksesnya di masing-masing Kecamatan.

Layanan online ini paling lama memakan waktu tiga hari antrean. Soal keluhan masyarakat, Oky menduga ada beberapa persyaratan yang wajib disertakan namun belum lengkap sehingga memperlambat waktu proses data tersebut.

Kalau online dengan scan permohonan setelah itu muncul tanggal pengambilan biasanya tiga hari bisa diambil disini dengan menumpuk berkas. Kalau manual biasanya kesini belum bawa berkas yang lengkap, padahal biasanya teman-teman cetak itu berdasarkan data, kalau berkasnya tidak lengkap ya tidak bisa dicetak, ini memakan waktu, biasanya hanya tiga hari tidak sampai berminggu-minggu menunggu berkasnya lengkap,” terangnya.

Baca Juga :  Pengelola Monas Menolak Reuni 212 Karena Arahan Gubernur

Oky juga menuturkan sejak beberapa waktu lalu layanan pun sudah bisa diakses di Kecamatan, bahkan, ada beberapa desa yang segera bisa memberikan layanan data kependudukan ini dalam waktu dekat.

“Di Kecamatan bisa ngurus KTP dan KK, bahkan kelengkapan akta kelahiran masyarakat juga bisa cetak sendiri, diketik lengkap bisa dikirim ke kami lewat email, lamanya biasanya mereka tidak buka email kami,” ungkapnya.

Oky juga menjelaskan mungkin karena efek PPKM masyarakat enggan untuk keluar dan mengurus berkas.alhasil ketika level PPKM menurun ke level 1, Masyarakat berbondong-bondong mengurus berkasnya.

“Kami juga sudah melakukan sosialisasi di media sosial, ke tingkat desa pun sudah sebab pintu masuk layanan ini ada di desa, kalau sesuai saya yakin masyarakat tidak wara wiri lagi,” pungkasnya.

__Posted on
October 5, 2021
__Categories
Peristiwa

Author: Muhammad Deni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *