DHL Blak-blakan soal Viral Mainan Robot Impor Tertahan Bea Cukai

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

DHL Indonesia blak-blakan soal viral mainan robot sampel nan tertahan lama, termasuk soal bungkusan paket nan rusak usai diperiksa Bea Cukai.

Senior Technical Advisor DHL Indonesia Ahmad Mohamad mengungkapkan pihaknya sudah menghubungi perusahaan robot selaku pengirim untuk menuntaskan masalah mengenai bea masuk.

Menurutnya, si pengirim mainan sampel itu telah mengakui dan bayar pajak nan sudah ditetapkan Bea Cukai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Case robotic, kita sudah kontak shipper dan telah mengakui dan bayar pajak nan semestinya dibayar, pas," ujar Ahmad di DHL JDC Tangerang, Senin (29/4).

Ahmad juga menyoroti soal dus bungkusan nan rusak berasas keluhan penerima. Namun perihal tersebut secara prosedur mudah diatasi.

"Cuma ada masalah sedikit, penerima bilang ada kerusakan sedikit di bagian toy itu. Itu secara SOP mudah diatasi," pungkasnya.

Menurutnya, DHL tengah berbincang dengan penerima peralatan tentang bungkusan rusak itu dengan menunjukkan CCTV nan berisi pengarsipan mengenai proses pemeriksaan paketnta.

"Kita sudah tunjukkan CCTV footage gimana shipment itu di-handle. Terlihat prosesnya mudah sekali kita keluar dan masukkan," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani ikut menyoroti kasus pengiriman action figure nan viral usai influencer mengenai melakukan protes di TikTok dan X.

Menurutnya, kasus ini mirip-mirip dengan pungutan bea masuk sepatu nan kena denda hingga Rp30 juta.

Ia mengerti bahwa peralatan tersebut merupakan bingkisan dari perusahaan robot. Akan tetapi, nilai peralatan nan dilaporkan oleh perusahaan jasa kiriman lebih mini dari nilai sebenarnya.

"Bea Cukai dalam perihal ini melakukan koreksi sehingga kemudian muncul tanggungjawab bea masuknya dan ini telah diselesaikan pembayaran oleh nan bersangkutan," sebut Ani dalam akun IG pribadinya, Minggu (28/4).

"Instansi Bea Cukai kudu melakukan banyak peraturan-peraturan nan merupakan dari patokan beragam kementerian/lembaga (K/L). Ini adalah sebuah tugas nan rumit, tugas negara, kadang-kadang mengganggu kenyamanan masyarakat. Namun, ada juga tujuan, ialah menjaga perekonomian Indonesia," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]

(wlm, skt/pta)

Sumber cnnindonesia.com
cnnindonesia.com