Benarkah Driver Ojol Tak Menerima Order Apapun Hari Ini?

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

CNN Indonesia

Kamis, 29 Agu 2024 06:56 WIB

Sekitar 500 hingga 1.000 driver ojol berencana menggelar tindakan demo di Jakarta pada Kamis (29/8). Lantas, apakah seluruh ojol tak menerima order apapun hari ini? Sekitar 500 hingga 1.000 driver ojol berencana menggelar tindakan demo di Jakarta pada Kamis (29/8). Ilustrasi. (CNNIndonesia/Adi Ibrahim).

Jakarta, CNN Indonesia --

Sekitar 500 hingga 1.000 pengemudi (driver) ojek online (ojol) berencana menggelar unjuk rasa di Jakarta pada Kamis (29/8).

Sejalan dengan rencana itu, beredar berita seluruh driver ojol se-Indonesia tidak bakal menerima pesanan apapun dari pelanggan.

Lantas, apakah betul seluruh driver ojol tidak bakal menerima order apapun hari ini?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda Indonesia Igun Wicaksono mengungkapkan peserta tindakan unjuk rasa tersebut memang tidak bakal menerima pesanan (order) dalam corak apapun mulai dari pengantaran, pengantaran makanan, dan paket.

Namun, pihaknya membebaskan mitra driver lain nan tetap mau menerima orderan.

"Bagi peserta iya betul pasti dimatikan, namun bagi nan tidak ikut serta tetap tetap aktif melayani masyarakat, saling menghormati antara peserta tindakan tenteram dengan nan tidak ikut serta tindakan damai," ujarnya melalui pesan singkat kepada CNN Indonesia, Rabu (28/8).

Dalam unjuk rasa tersebut, driver ojol mengusung dua tuntutan utama. Pertama, persoalan mengenai tarif di mana potongan nan dibebankan kepada mitra driver mencapai 20 persen hingga 30 persen.

Kedua, pemerintah diminta untuk melegalkan pekerjaan driver ojek online dalam undang-undang.

Igun menyatakan ketiadaan legalitas di uu selama ini membikin posisi tawar para pengemudi ojoldi depan perusahaan aplikasi lemah. Kelemahan itu diperparahposisi pemerintahyang hingga sekarang belum bisa melakukan banyak untuk memenuhi rasa keadilan dan kesejahteraan para mitra perusahaan aplikasi.

Merespons rencana tindakan tersebut, Chief of Public Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy mengatakan sampai saat ini besaran tarif jasa pengantaran Grab telah dihitung secara saksama sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Permenkominfo No. 1/Per/M.Kominfo/01/2012 tentang Formula Tarif Layanan Pos Komersial serta dirancang untuk menjaga pendapatan Mitra Pengemudi, serta kestabilan permintaan pasar terhadap jasa Grab.

Sementara, Head of Corporate Affairs Gojek Indonesia Rosel Lavina menyayangkan keputusan pengemudi ojol untuk mematikan aplikasi pada saat menyampaikan aspirasi.

"Kami selalu terbuka terhadap aspirasi rekan-rekan mitra driver aktif Gojek dan senantiasa mengimbau agar disampaikan secara kondusif dan tertib. Di sisi lain, kami juga menyayangkan adanya upaya nan memberi kesan bakal tidak beraksi beberapa jasa kami dikarenakan rencana tindakan demonstrasi," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

(skt/sfr)

Sumber cnnindonesia.com
cnnindonesia.com