Bappenas Ramal Prabowo Bisa Tambah 3 Persen Kelas Menengah RI

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

CNN Indonesia

Rabu, 28 Agu 2024 08:21 WIB

Bappenas memprediksi pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto bisa menambah sekitar 3 persen populasi kelas menengah di Indonesia. Bappenas memprediksi pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto bisa menambah sekitar 3 persen populasi kelas menengah di Indonesia. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga).

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memprediksi pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto bisa menambah sekitar 3 persen populasi kelas menengah di Indonesia.

Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan kelas menengah saat ini berkisar di level 17 persen. Jika rakyat Indonesia ada 270 juta orang, berfaedah kelas menengah berjumlah sekitar 45 juta penduduk.

"Middle class sekarang sekitar 17 persen, kelak berjenjang menjadi di atas 20 persen di akhir 5 tahun ke depan (2029)," jelasnya usai Dialog Kelas Menengah di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (27/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski diperkirakan hanya bisa tumbuh sekitar 3 persen dalam rentang 2024-2029, Bappenas percaya bakal ada lonjakan kelas menengah pada 2045 mendatang. Wanita nan juga menjabat sebagai plt kepala Badan Pusat Statistik (BPS) itu berambisi kondisi kelas menengah berbalik pada 2045.

Wanita nan berkawan disapa Winny itu memprediksi kelas menengah menembus 80 persen di 2045. Peningkatan middle class dibutuhkan lantaran mereka adalah alas perekonomian Indonesia.

"Tentunya industrialisasi menjadi penting," tegas Winny.

"Kita kudu menciptakan middle class job alias lapangan pekerjaan kelas menengah. Itu menjadi krusial agar nan nantinya informal bisa graduate menjadi formal, kemudian pendapatannya juga bisa naik kelas," sambungnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui terjadinya penurunan kelas menengah. Ia menyebut salah satu penyebab jatuhnya kelas menengah adalah pandemi covid-19.

"Tentunya pada waktu sebelum covid angkanya (kelas menengah) sedikit lebih tinggi. Ini lantaran ada pengaruh dari covid nan sering disampaikan Bu Menteri Keuangan (Sri Mulyani) sebagai scaring effect, diharapkan ini bisa diperbaiki ke depannya," jelas Airlangga dalam Konferensi Pers.

Sedangkan expiring middle class alias aspiring middle class mendekati nyaris 50 persen dari masyarakat Indonesia saat ini.

"Untuk menjaga kelas menengah kita perlu mendorong pertumbuhan perekonomian nan stabil dan tinggi. Karena ini bakal mendorong kelas menengah kita untuk terus tumbuh dan mengurangi mereka nan expiring middle class alias penurunan dari kelas menengah itu sendiri," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]

(skt/sfr)

Sumber cnnindonesia.com
cnnindonesia.com