Mengenal Kurikulum Terbaru Yaitu Kurikulum Merdeka, Benarkah Ganti Menteri Harus Ganti Kurikulum?

Pendidikan, Padangbulan.co.id – Kurikulum Merdeka menjadi isu hangat di dunia pendidikan setelah diluncurkan pada tahun 2021.Tidak sedikit silabus independen yang terkesan mengafirmasi pergantian menteri, sehingga harus mengubah silabus juga.

Diketahui bahwa pendekatan ini tampaknya baru akan diterapkan di tingkat nasional pada tahun 2024 dan perubahan akan terjadi setelah pendekatan sebelumnya tidak diterapkan. Kurikulum sebelumnya adalah (K13), yang dilaksanakan selama sebelas tahun dan melewati 4 kali pergantian Menteri Pendidikan.

Read More

Dengan kata lain, fakta bahwa istilah “Menteri Perubahan, Perubahan Kurikulum” terbantahkan karena adanya perbedaan antara kurikulum nasional dan kurikulum tingkat satuan. Kurikulum Nasional adalah kurikulum yang dikembangkan oleh pemerintah sebagai pedoman bagi guru untuk membuat kurikulum pada tingkat satuan pendidikan.

Sedangkan kurikulum tingkat unit merupakan kurikulum yang harus dievaluasi secara berkala. Penilaian menyesuaikan dengan perubahan karakteristik siswa dan mengikuti isu-isu kontemporer.

Format kurikulum nasional harus inovatif dan mandiri agar dapat dikembangkan oleh masing-masing sekolah. Pada dasarnya, kurikulum nasional harus relatif tetap dan tidak mengalami perubahan terus-menerus, tetapi harus mampu beradaptasi dengan sekolah.

Hal ini mendorong Kementerian Pendidikan dan Teknologi untuk merancang kurikulum mandiri. Jika diperhatikan, laju pertumbuhan Kurikulum Nasional sebenarnya tidak terlalu cepat, justru melambat.

Sejak berlakunya UU No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, laju perubahan kurikulum di Indonesia melambat. Dimulai dengan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) pada tahun 2004, Kurikulum Tingkat Satuan KTSP dilanjutkan pada tahun 2006.

Yang terakhir adalah untuk mengidentifikasi kurikulum 2013 (K13) yang juga memiliki kendala dalam penerapannya di setiap sekolah. Munculnya kurikulum mandiri merupakan jawaban atas krisis dan tantangan kesenjangan pendidikan di Indonesia.

Hal ini juga diperumit dengan wabah Covid-19 yang melanda dunia dengan siswa menjadi kurang optimal dalam belajar. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut secara sistematis adalah melalui pembentukan silabus.

Karena kurikulum akan mempengaruhi cara guru menyampaikan materi kepada siswa sesuai dengan kebutuhannya.

McD

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.