Mengenal Kurikulum Merdeka,Benarkah Solusi Kebijakan Pemulihan Pembelajaran?

Pendidikan, Padangbulan.co.id – Kurikulum Belajar Merdeka saat ini merupakan kurikulum dengan berbagai pembelajaran berbasis kurikuler yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadim Makarem. Pendekatan pembelajaran Merdeka, siswa memiliki waktu lebih banyak dan lebih baik dalam mengeksplorasi konsep dan kompetensi.

Sistem kurikulum Merdeka memungkinkan guru untuk memilih perangkat pembelajaran dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat siswa. Proyek pemerintah dikembangkan untuk mencapai profil mahasiswa Pancasila dengan tema tertentu yang dilaksanakan oleh pemerintah.

Read More

Proyek tidak mengejar tujuan pendidikan tertentu, oleh karena itu tidak terkait dengan isi topik. Dalam melaksanakan kurikulum yang diterapkan oleh satuan pendidikan, prestasi peserta didik dalam keadaan khusus harus diperhatikan.

Merebaknya wabah COVID-19 merupakan salah satu keadaan khusus yang menyebabkan siswa mengalami learning loss. Hal ini membuat pencapaian kompetensi siswa berbeda dan untuk mengatasi kehilangan belajar diperlukan kebijakan pemulihan belajar.

Unit pengajaran kini diberikan pilihan untuk memilih kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Tiga pilihan kurikulum tersebut antara lain Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat A (Kurikulum 2013 yang disederhanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), dan Kurikulum Merdeka.

Mengapa harus ada kurikulum tersendiri? Beberapa studi nasional dan internasional menunjukkan bahwa Indonesia telah mengalami krisis pembelajaran sejak lama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak anak Indonesia yang belum mampu menerapkan konsep dasar matematika dan memahami bacaan sederhana.

Dengan studi kasus ini, sangat jelas terlihat adanya kesenjangan pendidikan antar daerah di Indonesia. Kemudian diperparah dengan adanya pandemi Covid-19 dan mencari solusi atas tantangan dan krisis pendidikan, maka perlu dilakukan perubahan sistemik melalui kurikulum.

Kurikulum akan mempengaruhi materi, metode, dan kecepatan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan landasan ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akhirnya mengembangkan pendekatan Merdeka untuk mengatasi pemulihan pembelajaran dari berbagai krisis yang kita alami.

McD

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.