Luruk Polres Jombang,Aktifis FRMJ Tuntut Polisi Segera Tangkap Anak Kiai

Jombang, Padangbulan.co.id -Puluhan orang yang tergabung dalam FRMJ (Forum Rembug Masyarakat Jombang) melakukan unjuk rasa ke Polres Jombang, Senin (14/3/2022). Mereka mendesak agar polisi segera menangkap MSA, anak kiai jombang yang menjadi tersangka kasus pencabulan.

Koordinator aksi Joko Fattah Rochim mengatakan, masyarakat di Jombang sudah resah. Sebab hingga kini oknum anak kiai yang sudah ditetapkan sebagai tersangka belum juga ditangkap. “Harus segera ditangkap. Kalau tidak ada proses hukum, ini kasihan mereka yang mau sekolah, ngaji di situ takut. Karena proses kasus ini nggak ada kejelasannya,” ungkap Fattah.

Fatah menjelaskan, aparat penegak hukum memiliki peran penting sebagai jembatan pelaksanaan aturan agar dapat diimplementasikan dalam kehidupan sosial. “Pelaksanaan hukum pada masyarakat berlaku secara umum kepada setiap warga negara. Hukum tidak boleh tebang pilih,” katanya.

Jika aksi ini tidak direspon, Fattah berencana untuk menggerakkan masa dari Jombang ke Polda Jatim. “Kalau tidak ada penanganan serius, kami akan ramai-ramai datangi Polda Jatim. Karena kasus ini tidak main-main,” pungkasnya.

MSA merupakan anak seorang kiai di Kecamatan Ploso, Jombang, Jawa Timur. Pada Oktober 2019, MSA dilaporkan ke Polres Jombang atas dugaan pencabulan terhadap perempuan di bawah umur asal Jawa Tengah dengan Nomor LP: LPB/392/X/RES/1.24/2019/JATIM/RESJBG.

Kasus ini kemudian ditangani Polda Jatim. Namun polisi ternyata belum bisa mengamankan MSA. Upaya jemput paksa pun sempat dihalang-halangi jemaah pesantren setempat. MSA lalu menggugat Kapolda Jatim. Ia menilai penetapan dirinya sebagai tersangka tidak sah. Namun gugatan praperadilan itu ditolak hakim .

Dalam unjuk rasa tersebut, FRMJ mengusung dua tuntutan. Pertama meminta Kapolda Jatim menegakkan hukum dan keadilan. Kedua, meminta Kapolda Jatim segera menangkap MSA yang sudah ditetapkan menjadi DPO atas dugaan tindak pidana pasal 285 KUHP dan pasal 294 KUHP tentang pencabulan dan persetubuhan.

Wibisono tokoh masyarakat yang ikut dalam unjuk rasa tersebut meminta agar kepolisian bertindak tegas dalam penegakan hukum dalam kasus ini.
“Kami meminta agar kepolisian berani bertindak tegas dalam penegakan hukum tidak pandang bulu terhadap siapapun, semua sama dimata hukum dan tidak ada manusia kuat melawan hukum.” ujarnya.

“Polisi jangan takut bertindak tegas karena ini murni penegakan hukum, ini murni peristiwa kriminal bukan kriminalisasi juga bukan politik, dan bila ada orang mengatakan ini politik justru orang tersebut telah melakukan eksploitasi politik yang diaduk dalam kasus ini,” pungkas Wibisono.

Sementara itu, Kabagops Polres Jombang Kompol M. Puji menyebut, pihaknya sudah menerima aspirasi dari kelompok masyarakat. Aspirasi akan diteruskan ke jajaran di atasanya. “Kami telah menerima perwakilan dari forum komunikasi masyarakat Jombang yang telah menyampaikan aspirasinya, terkait dengan kasus MSAT,” ungkap Puji.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.