Ruas Jalan Tapen-Kabuh Rusak Parah Imbas Pembangunan Jebatan Ploso

Jombang, Padangbulan.co.id – Ruas jalan antara Kabuh-Tapen di Kabupaten Jombang rusak parah, Jum’at (19/11/2021). Ruas jalan ini menjadi jalur alternatif atau jalur pengurai kemacetan kendaraan sejak adanya proyek strategis nasional, pembangunan jembatan Ploso baru.

Banyaknya hancurnya aspal apa lagi di perparah dengan genagan air di beberapa titik ruas jalan.

Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab mengatakan, pihaknya segera mengkaji perihal rusaknya ruas jalan Tapen-Kabuh ini.

“Kita akan kaji dulu kemungkinannya, anggaran tahun ini mencukupi ndak (untuk pemeliharaan), kalau ndak (cukup) ya di tahun 2022,” kata Bupati Mundjidah Wahab.

Sementara itu, dihubungi melalui sambungan Telepon Seluler (Ponsel) nya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang, Bayu Pancoroadi menjelaskan, rusaknya ruas jalan Kabuh-Tapen tersebut karena tonase akibat pengalihan arus pembangunan Jembatan Ploso.

“Itu dulu yang perlu digarisbawahi. Kemudian karena pembangunan Jembatan Ploso itu merupakan proyek strategis nasional, maka kami juga berkoordinasi dengan BBPJN dan Bina Marga Provinsi (Jatim), dan PT Waskita selaku penyedia pembangunan Jembatan Ploso,” jelas Bayu Pancoroadi.

Bayu Pancoroadi mengatakan, pihak yang membangun Jembatan Ploso telah melakukan pemeliharaan di ruas jalan tersebut pada awal musim penghujan, namun pemeliharaan dengan menggunakan tanah urug.

“Hanya sekedar supaya tidak ada kubangan. Karena sifatnya tanah, akhirnya juga hancur lagi. Akhirnya dengan kejadian sekarang, bahwasanya di sana juga ditanami pisang segala macam, akhirnya metodenya dirubah. Yang pertama dengan hasil sensit hotmix, dan kita juga dibantu cool mix,” terangnya.

Meski begitu, untuk pemeliharaan ruas jalan Kabuh-Tapen ini, masih menunggu pemeliharaan ruas jalan Ploso-Pasar Ploso.

“Intinya di 2021 ini kita melakukan pemeliharaan, kemudian di 2022 kita akan bagi peran. PUPR Jombang untuk 2022 kebagian Ploso-Bawangan, untuk ruas Kabuh-Taoen nanti siapa yang mengeksekusi, apakah BBPJN ataukah Bina Marga Provinsi, ini yang belum ketemu titiknya,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.