Kontes Durian Wonosalam Dibuka Oleh Wabub Sumrambah Di Kansa

Jombang, Padangbulan.co.id – Gelaran Kendiri Durian Wonosalam karena pandemi Covid-19 tidak dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Jombang. Sebagai penggantinya Panitia lokal Wonosalam melaksanakan Kontes durian Wonosalam 2021 yang ditempatkan di Wisata Kanza pada Minggu (14/11/2021).

Kontes durian tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Jombang Sumrambah yang hadir bersama Ibu Wiwin Sumrambah, tampak hadir pula perwakilan dari dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Kapolsek Wonosalam AKP Kamdani, Danramil atau yang mewakili, perwakilan Camat, tiga pilar desa Wonosalam, Wartomo Kepala Desa Galengdowo dan peserta Kontes durian Wonosalam tahun 2021.

Meskipun Jombang sudah memasuki PPKM level 1, panitia dalam pelaksanaan Kontes durian tetap mematuhi protokol kesehatan dengan ketat.

Ketua panitia Kontes durian Wonosalam menyampaikan,
“Kenapa kami melaksanakan Kontes durian 2021, karena ini merupakan bentuk dari promosi kami meskipun durian Wonosalam ini sudah terkenal sampai kemana-mana, tetapi sebagai petani kami wajib untuk tetap meningkatkan kwalitas dan bahkan promosikan durian Wonosalam, karena apa sebagian besar petani di Wonosalam adalah petani durian. Karena tercatat bahwa pohon durian di Wonosalam ini 192.152 pohon, bayangkan kalau pohon durian sudah produksi semua, omset yang diterima oleh petani durian Wonosalam ini sangat luar biasa. Jadi kami punya kewajiban untuk mengangkat durian Wonosalam yang lebih tinggi lagi agar petani durian Wonosalam lebih makmur dan perekonomian lebih meningkat lagi, “tutur Ketut Suseno Putro.

“Kontes durian Wonosalam 2021 ini berbeda dengan kontes durian terdahulu, karena untuk penyelenggaraannya sampai 4 kali, biasanya hanya 1 hari, kenapa sampai 4 kali karena berhubungan dengan peserta agar durian yang jatuh sebelum hari minggu bisa ikut Kontes, karena kapan hari ada usulan dari peserta bahwa duriannya belum jatuh sehingga tidak bisa ikut Kontes, sehingga kami laksanakan sampai 4 kali, yaitu 14, 21, 28 Nopember 2021 dan terakhir 5 Desember 2021, agar petani durian Wonosalam bisa mengikuti kontes durian. Selanjutnya dalam kontes ini kami ingin menampilkan varietas baru tidak melulu durian bido saja, durian mentega, durian elang, tetapi kami ingin varietas baru ini muncul di Wonosalam yang bisa bersaing dengan durian unggul Nasional Indonesia, “tandas Ketut Suseno.

Sedangkan pemilik wisata Kanza pada kesempatan ini mengucapkan terimakasih kepada panitia yang telah mempercayai Kanza untuk dijadikan tempat Kontes durian Wonosalam tahun 2021. ” Kami cukup bangga bisa mensuport acara Kontes durian Wonosalam ini di Kanza, semoga dengan Kontes durian bisa terpilih juara Kontes durian Wonosalam sehingga durian Wonosalam semakin dikenal lagi secara nasional maupun internasional, “ungkap Oni.

Saat membuka acara Kontes durian Wonosalam Wakil Bupati Jombang mengatakan, “Saat saya berkunjung ke Banyuwangi, saya dipameri durian merah oleh Bupati Anas. Durian Harga durian merah relatif mahal. Setelah saya makan, hati saya ngomong, kalau durian merah sombon dibandingkan dengan durian Wonosalam, tidak ada apa-apanya, enak durian Wonosalam ini serius, “tutur Sumrambah.

“Cuma mereka mampu membuat sebuah narasi, mereka mampu untuk mempromosikan. Ada sesuatu yang berbeda dengan sekedar warna merahnya saja, tapi kalau bicara tentang rasa jauh banget tidak usah dimusuhkan dengan durian Bido, yang dibawahnya Bido tidak ada apa-apanya. Jadi saya ini keliling, dari satu tempat ke tempat yang lain, karena saya tahu hobi saya itu keliling dan setiap saya keliling saya pasti akan mencari sesuatu yang khas disana, tidak ada yang mengalahkan durian Wonosalam. Mengapa durian Wonosalam tidak bisa mahal, sebabnya cuma satu, dirusak sendiri sama orang Wonosalam, kenapa dirusak sendiri karena memburu sekedar keuntungan sesaat, durian dari bawah masuk ke Wonosalam, sehingga yang terjadi kekecewaan. Sering kali kita sudah promosi, begitu mereka naik ke Wonosalam dapatnya durian Bali. Setelah itu terus komplain. Artinya yang habis ini kita, coba sekarang pikirkan sertifikasi Durian Wonosalam, sehingga Durian lokal Wonosalam harganya stabil, “tegas Wabub Sumrambah.

“Kemudian terkait kuliner di Wonosalam, saya itu ingin dari dinas perdagangan dan dinas terkait bersinergi. Begini lo, anggarkan di APBD , panggil chef yang ahli banget, dengan bahan yang ada di wonosalam, untuk makanan suruh chef membuat masakan yang khas Wonosalam, diresepkan setelah itu dilatihkan kepada semua warung yang ada di Wonosalam, sehingga ada standarisasi. Begitu orang kota atau wisatawan ke Wonosalam tidak mencari ayam goreng, tapi mencari lompong. Tetapi mencari masakan lompong yang dikemas, disajikan yang baik dan berbeda dengan yang lain. Itu tugasnya dinas perdagangan dan berinergi dengan dinas terkait, inilah yang kita butuhkan dan kita pahami bersama, “tandas Wakil Bupati Jombang.

Selanjutnya tim juri mempersiapkan untuk menilai durian yang susah dibawa oleh peserta Kontes durian Wonosalam dari berbagai varietas durian lokal Wonosalam. ” Sebagai juri kami jelaskan kontes durian Wonosalam ini memperebutkan hadiah sebesar Rp 23 juta. Itu untuk kelas Reguler, kelas lokal, kelas Bido atau kelas ekstrim. Untuk penilaian ada tiga tahapan pertama dari bentuk luar, kedua isi yang ketiga dari rasa, jadi bukan karena seneng – senengan, bukan karena konco-koncoan, semua bisa dideteksi semua ada alat ukurannya, “jelas tim juri Kontes durian Wonosalam 2021 yang diikuti oleh 24 peserta.

Sebelum Durian dinilai terlebih dahulu ditimbang beratnya satu persatu, kemudian dibelah, dirasakan oleh juri, kemudian dites dengan alat, kemudian Durian di berikan kepada undangan dan pengunjung Kanza, setelah itu isi Durian ditimbang kembali untuk mengetahui isi buah durian itu berapa gram dan daging duriannya berapa gram untuk dinilai selanjutnya.

Saat sesi wawancara Ketua panitia Kontes durian Wonosalam 2021 mengatakan, “Kontes durian Wonosalam ini sebenarnya sudah dilaksanakan sejak 2012, karena adanya pandemi COVID-19 tidak laksanakan tahun 2020, baru tahun 2021 kita lakukan Kontes durian Wonosalam lagi terapi dengan metode baru tidak seperti tahun sebelumnya hanya satu kelas saja, sedangkan Kontes kali ini ada tiga kelas yaitu kelas Bido, kelas lokal dan kelas ekstrim. Untuk durian yang sudah sertifikasi baru durian Bido saja, untuk yang proses adalah durian elang dan durian Mrico. Dengan Kontes ini muncul varietas baru yang akan kita sertifikasikan. Harapan saya kedepan petani durian Wonosalam ini kompak, karena kami dari Askom telah memfasilitasi beberapa untuk melakukan promosi di www.go.wonosalam.com petani durian yang unggul, dan pada bulan 1 Nopember mendapatkan predikat juara harapan 3 untuk krenova, jadi kami punya inovasi membuat aplikasi market place durian namanya Dewa App. Jadi Dewa Apo ini petani menyediakan data stoknya sedangkan konsumennya bisa ketemu dengan petani durian di market place inj, “pungkas Ketut Suseno Putro.

Jombang, Padangbulan.co.id -Gelaran Kendiri Durian Wonosalam karena pandemi Covid-19 tidak dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Jombang. Sebagai penggantinya Panitia lokal Wonosalam melaksanakan Kontes durian Wonosalam 2021 yang ditempatkan di Wisata Kanza pada Minggu (14/11/2021).

Kontes durian tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Jombang Sumrambah yang hadir bersama Ibu Wiwin Sumrambah, tampak hadir pula perwakilan dari dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Kapolsek Wonosalam AKP Kamdani, Danramil atau yang mewakili, perwakilan Camat, tiga pilar desa Wonosalam, Wartomo Kepala Desa Galengdowo dan peserta Kontes durian Wonosalam tahun 2021.

Meskipun Jombang sudah memasuki PPKM level 1, panitia dalam pelaksanaan Kontes durian tetap mematuhi protokol kesehatan dengan ketat.

Ketua panitia Kontes durian Wonosalam menyampaikan,

“Kenapa kami melaksanakan Kontes durian 2021, karena ini merupakan bentuk dari promosi kami meskipun durian Wonosalam ini sudah terkenal sampai kemana-mana, tetapi sebagai petani kami wajib untuk tetap meningkatkan kwalitas dan bahkan promosikan durian Wonosalam, karena apa sebagian besar petani di Wonosalam adalah petani durian. Karena tercatat bahwa pohon durian di Wonosalam ini 192.152 pohon, bayangkan kalau pohon durian sudah produksi semua, omset yang diterima oleh petani durian Wonosalam ini sangat luar biasa. Jadi kami punya kewajiban untuk mengangkat durian Wonosalam yang lebih tinggi lagi agar petani durian Wonosalam lebih makmur dan perekonomian lebih meningkat lagi, “tutur Ketut Suseno Putro.

“Kontes durian Wonosalam 2021 ini berbeda dengan kontes durian terdahulu, karena untuk penyelenggaraannya sampai 4 kali, biasanya hanya 1 hari, kenapa sampai 4 kali karena berhubungan dengan peserta agar durian yang jatuh sebelum hari minggu bisa ikut Kontes, karena kapan hari ada usulan dari peserta bahwa duriannya belum jatuh sehingga tidak bisa ikut Kontes, sehingga kami laksanakan sampai 4 kali, yaitu 14, 21, 28 Nopember 2021 dan terakhir 5 Desember 2021, agar petani durian Wonosalam bisa mengikuti kontes durian. Selanjutnya dalam kontes ini kami ingin menampilkan varietas baru tidak melulu durian bido saja, durian mentega, durian elang, tetapi kami ingin varietas baru ini muncul di Wonosalam yang bisa bersaing dengan durian unggul Nasional Indonesia, “tandas Ketut Suseno.

Sedangkan pemilik wisata Kanza pada kesempatan ini mengucapkan terimakasih kepada panitia yang telah mempercayai Kanza untuk dijadikan tempat Kontes durian Wonosalam tahun 2021. ” Kami cukup bangga bisa mensuport acara Kontes durian Wonosalam ini di Kanza, semoga dengan Kontes durian bisa terpilih juara Kontes durian Wonosalam sehingga durian Wonosalam semakin dikenal lagi secara nasional maupun internasional, “ungkap Oni.

Saat membuka acara Kontes durian Wonosalam Wakil Bupati Jombang mengatakan, “Saat saya berkunjung ke Banyuwangi, saya dipameri durian merah oleh Bupati Anas. Durian Harga durian merah relatif mahal. Setelah saya makan, hati saya ngomong, kalau durian merah sombon dibandingkan dengan durian Wonosalam, tidak ada apa-apanya, enak durian Wonosalam ini serius, “tutur Sumrambah.

“Cuma mereka mampu membuat sebuah narasi, mereka mampu untuk mempromosikan. Ada sesuatu yang berbeda dengan sekedar warna merahnya saja, tapi kalau bicara tentang rasa jauh banget tidak usah dimusuhkan dengan durian Bido, yang dibawahnya Bido tidak ada apa-apanya. Jadi saya ini keliling, dari satu tempat ke tempat yang lain, karena saya tahu hobi saya itu keliling dan setiap saya keliling saya pasti akan mencari sesuatu yang khas disana, tidak ada yang mengalahkan durian Wonosalam. Mengapa durian Wonosalam tidak bisa mahal, sebabnya cuma satu, dirusak sendiri sama orang Wonosalam, kenapa dirusak sendiri karena memburu sekedar keuntungan sesaat, durian dari bawah masuk ke Wonosalam, sehingga yang terjadi kekecewaan. Sering kali kita sudah promosi, begitu mereka naik ke Wonosalam dapatnya durian Bali. Setelah itu terus komplain. Artinya yang habis ini kita, coba sekarang pikirkan sertifikasi Durian Wonosalam, sehingga Durian lokal Wonosalam harganya stabil, “tegas Wabub Sumrambah.

“Kemudian terkait kuliner di Wonosalam, saya itu ingin dari dinas perdagangan dan dinas terkait bersinergi. Begini lo, anggarkan di APBD , panggil chef yang ahli banget, dengan bahan yang ada di wonosalam, untuk makanan suruh chef membuat masakan yang khas Wonosalam, diresepkan setelah itu dilatihkan kepada semua warung yang ada di Wonosalam, sehingga ada standarisasi. Begitu orang kota atau wisatawan ke Wonosalam tidak mencari ayam goreng, tapi mencari lompong. Tetapi mencari masakan lompong yang dikemas, disajikan yang baik dan berbeda dengan yang lain. Itu tugasnya dinas perdagangan dan berinergi dengan dinas terkait, inilah yang kita butuhkan dan kita pahami bersama, “tandas Wakil Bupati Jombang.

Selanjutnya tim juri mempersiapkan untuk menilai durian yang susah dibawa oleh peserta Kontes durian Wonosalam dari berbagai varietas durian lokal Wonosalam. ” Sebagai juri kami jelaskan kontes durian Wonosalam ini memperebutkan hadiah sebesar Rp 23 juta. Itu untuk kelas Reguler, kelas lokal, kelas Bido atau kelas ekstrim. Untuk penilaian ada tiga tahapan pertama dari bentuk luar, kedua isi yang ketiga dari rasa, jadi bukan karena seneng – senengan, bukan karena konco-koncoan, semua bisa dideteksi semua ada alat ukurannya, “jelas tim juri Kontes durian Wonosalam 2021 yang diikuti oleh 24 peserta.

 

Sebelum Durian dinilai terlebih dahulu ditimbang beratnya satu persatu, kemudian dibelah, dirasakan oleh juri, kemudian dites dengan alat, kemudian Durian di berikan kepada undangan dan pengunjung Kanza, setelah itu isi Durian ditimbang kembali untuk mengetahui isi buah durian itu berapa gram dan daging duriannya berapa gram untuk dinilai selanjutnya.

 

Saat sesi wawancara Ketua panitia Kontes durian Wonosalam 2021 mengatakan, “Kontes durian Wonosalam ini sebenarnya sudah dilaksanakan sejak 2012, karena adanya pandemi COVID-19 tidak laksanakan tahun 2020, baru tahun 2021 kita lakukan Kontes durian Wonosalam lagi terapi dengan metode baru tidak seperti tahun sebelumnya hanya satu kelas saja, sedangkan Kontes kali ini ada tiga kelas yaitu kelas Bido, kelas lokal dan kelas ekstrim. Untuk durian yang sudah sertifikasi baru durian Bido saja, untuk yang proses adalah durian elang dan durian Mrico. Dengan Kontes ini muncul varietas baru yang akan kita sertifikasikan. Harapan saya kedepan petani durian Wonosalam ini kompak, karena kami dari Askom telah memfasilitasi beberapa untuk melakukan promosi di www.go.wonosalam.com petani durian yang unggul, dan pada bulan 1 Nopember mendapatkan predikat juara harapan 3 untuk krenova, jadi kami punya inovasi membuat aplikasi market place durian namanya Dewa App. Jadi Dewa Apo ini petani menyediakan data stoknya sedangkan konsumennya bisa ketemu dengan petani durian di market place inj, “pungkas Ketut Suseno Putro.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.