Layanan Pemeriksaan Tumor Payudara di Instalasi Radiologi RSUD KABUPATEN JOMBANG

Jombang, Padangbulan.co.id – Humas RSUD Jombang menyapa kembali memberikan informasi seputar kesehatan. Dengan narasumber terpercaya dan ahli di bidangnya. tema yang di usung adalah  “PEMERIKSAAN RADIOLOGI PADA TUMOR PAYUDARA”. Acara ini dilaksanakan di studio humas RSUD Jombang dengan narasumber dr.Dina Heri Susanti , Sp. Rad  pada hari Jumat (29/10/2021) pagi.

dr. Dina menjelaskan bahwa tumor itu adalah benjolan asing yang bersarang di tubuh, bahkan bisul itu pun juga tergolong tumor. Benjolan yang tidak normal tersebut juga bisa muncul di bagian tertentu seperti payudara wanita.

Lebih jauh, dr. Dina menjelaskan bahwa umumnya untuk penderita kanker payudara  mengalami gejala seperti adanya benjolan di payudara, keluarnya cairan berdarah dari puting,  perubahan tekstur kulit payudara. Gejala  kanker payudara berupa benjolan di payudara dan sering kali tidak  berasa nyeri,  perubahan tekstur kulit payudara. Perubahan tersebut dapat berupa kulit payudara mengeras dengan permukaan seperti kulit jeruk. Perhatikan juga jika terdapat luka pada bagian payudara yang tidak sembuh. Terdapat cekungan ataupun tarikan di kulit payudara.

Ada beberapa faktor risiko pada penderita kanker payudara antara lain, Haid pertama pada usia di bawah 12 tahun, Wanita yang tidak menikah, Wanita yang menikah tetapi tidak mempunyai anak, Tidak menyusui, Menggunakan  kontrasepsi  hormonal dan atau mendapat terapi hormonal dalam waktu yang cukup lama, Menopouse pada usia lebih dari 55 Tahun, Riwayat kanker dalam keluarga, Wanita yang mengalami stress berat, Konsumsi lemak dan alkohol secara berlebih, Perokok aktif dan pasif, Pernah operasi tumor jinak payudara.

“untuk faktor bisa juga dari hormonal, gaya hidup bahkan genetik juga bisa berpengaruh, ada juga wanita yang tidak menyusui bisa berkemungkinan besar terkena.” Ucap Dokter lulusan Prodi Radiologi Fakultas Kedokteran UNAIR.

Untuk itu di perlukan Deteksi dini kanker payudara, Deteksi dini bisa di lakukan dengan singkatan “sadari” (Pemeriksaan payudara sendiri) atau “sadanis” Pemeriksaan payudara klinis yg bertujuan untuk menemukaan benjolan dan tanda-tanda lain pada payudara sedini mungkin agar dapat di lakukan tindakan secepatnya. Sekecil apapun benjolan yang di temukan segera konsultasikan diri anda ke dokter. Menunda berarti memberikan sel kanker berkembang dan mengurangi kesempatan untuk sembuh.

Untuk pemeriksaan awal disarankan untuk melakukan SADARI setiap bulan sekali dan kira- sepuluh hari setelah menstruasi. Misalkan sudah ada benjolan, dr. Dina menyarankan untuk segera memeriksakan ke layanan kesehatan terdekat.

Untuk penunjang medis salah satu saran dari dr. Dina adalah menggunakan Mammografi. Keuntungan Mammografi adalah mampu melihat indikasi kanker payudara bahkan sebelum gejala-gejala muncul. Hal ini lebih baik daripada menggunakan USG yang umum digunakan.

Mammografi disarankan untuk dilakukan 1 atau 2 tahun sekali, dimulai sejak usia 40 tahun. Mammografi juga bisa dilakukan sebelum usia 40 tahun bagi wanita yang dinilai berisiko mengalami kanker payudara, misalnya memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara.

“Memang ada keuntungan yang bisa didapatkan, tetapi disisi lain, ada beberapa kekurangan karena metode ini menggunakan sinar X-ray yang tentu menimbulkan radiasi. tetapi tidak masalah karena radiasi yang dihasilkan sangat kecil”. Ucap dr. Dina.

Untuk layanan Mammografi di RSUD Kabupaten Jombang sudah tersedia dan satu-satunya. Sebagai tenaga kesehatan di bagian Radiologi, dr. Dina menghimbau segera melakukan cek  jika mengalami gejala-gejala tersebut.

“Kalau misal masyarakat Jombang yang mengalami gelaja-gejala tersebut, alangkah baiknya untuk segera di periksakan. Jangan merasa takut untuk diperiksa karena mencegah jauh lebih baik dari pada mengobati”. Pungkas dr. Dina.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.