Tradisi Unik Grebeg Keresan Di Mojokerto Sambut Maulid Nabi

Jombang, Padangbulan.co.id – Maulid Nabi dirayakan umat Islam di berbagai negara setiap 12 Rabiul Awal dalam penanggalan hijriah.

Namun dalam penanggalan masehi tahun ini, Maulid Nabi jatuh pada hari Rabu, 20 Oktober 2021

Di Indonesia, perayaan Maulid Nabi dilakukan dengan tradisi yang berbeda di setiap daerah.

Dikutip dari channel YouTube Muklis Sule, di Mojokerto terdapat tradisi yang unik yaitu Grebek Keres.

Dalam tradisi ini, ribuan warga mulai anak-anak sampai orang tua berebut hasil bumi dan produk asli desa setempat yang digantung dari ujung dahan paling tinggi sampai pangkal pohon kersen.

Pilihannya mulai dari buah kelapa, nanas, terong, pakaian, sampai sandal, dan sepatu hasil kerajinan warga sekitar. Meski harus berjibaku dan saling dorong, warga tetap antusias demi mengharapkan berkah di hari kelahiran nabi junjungan umat Islam itu.

Juni (27), salah satu peserta dari Mojoagung, Jombang, mengaku sengaja datang ke acara Gerebeg Keres Maulid Nabi ini. Setelah berdesakan dan memanjat satu dari dua pohon yang tertanam di tengah jalan Dusun Mengelo itu, dia berhasil mendapatkan buah kelapa muda yang sengaja dipesan oleh istrinya yang tengah hamil.

“Dapat kelapa, sandal, nanas. Permintaan istri, lagi ngidam di rumah. Semoga dapat berkah Nabi (Muhammad SAW) buat jabang bayi saya,” kata Juni.

Lain lagi dengan Dida Delohoya. Remaja 18 tahun asal Desa Sekarputih, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, itu datang bersama sejumlah temannya. Dia sengaja membawa karung glangsing untuk menampung hadiah yang mereka dapatkan dari gerebeg keres Maulid Nabi.

Benar saja, satu karung yang dibawanya sampai tidak muat untuk menampung dua buah kelapa, empat buah nanas, sejumlah terong, dua sandal, dan pakaian yang didapatnya.

“Baru kali ini ikut, tahunya dari teman pondok. Buat dibagi sama teman-teman saja,” ucap remaja berbadan tambun itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.