Bupati Jombang, Kapolres serta Kapolda Jatim Pantau Vaksinasi Di Pondok Mambaul Ma’arif

Jombang, Padangbulan.co.id – Bupati Jombang, Mundjidah Wahab, Kapolda Jatim dan Kapolres Jombang melakukan pemantauan vaksinasi di Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar. Rombongan tiba sekitar pukul 11.30 WIB.

Kapolda Jatim Nico Afinta berpesan, kepada para santri dan masyarakay agar tak kendor protokol kesehatan. Sebab, katanya,  virus corona memiliki karakter yang suka mencari kelemahan daya imun seseorang.

“Jangan lupa saya titip pesan,  patuhi protokol kesehatan, ini penyakit senangnya mencari kelemahan. Lemah itu sama dengan sakit,  lengah sama dengan sakit, karepe dewe sama dengan sakit. Patuhi prokes dan disiplin  kalau mau sehat,” ujarnya, saat memberikan keterangan pers.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menyerahkan bantuan berupa 1 ton beras kepada pihak pesantren. Bantuan secara simbolis diserahkan secara langsung kepada pengurus pondok.

Kapolda juga memastikan akan memberikan dukungan sepenuhnya untuk percepatan program vaksinasi di Jawa Timur. Sehingga herd immunuty (kekebalan kelompok) bisa terbentuk. Nah jika, itu terwujud, Nico yakin roda perekonomian akan bisa segera bangkit.

“Saya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya, kepada gabungan petugas yang melakukan vaksin, ada 2 ribu santri yang ikut vaksin hari ini. Vaksinasi ini wujud sinergi antara Pemkab, Ponpes yang didukung relawan, sinergi akan membuahkan hasil bagus untuk program pemerintah yakni vaksinasi ini,” tandasnya.

Sementara berdasarkan pantauan, kegiatan vaksinasi berjalan lancar. Para santri satu per satu mengikuti tahap demi tahap agar segera bisa menerima vaksinasi covid-19 ini.

Mereka juga tak dizinkan berkerumun. Panitia pun membatasi antrean peserta dan mengatur jarak aman selama kegiatan berlangsung. Santri yang masuk ke lokasi vaksinasi juga diwajibkan memakai masker.

Pengasuh Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar, KH Abdussalam Sohib menuturkan, hari ini sebanyak 2 ribu santri yang dijadwalkan mengikuti suntik vaksin dosis kedua. Dengan demikian, hanya tinggal sebagian kecil saja santri maupun pelajar di lingkungan pondok yang masih harus menyelesaikan suntik vaksin tersebut.

“Untuk dosis kedua kami tinggal 20 persen. Kalau dosis pertama sudah kelar 100 persen dan hari ini ada dua ribu santri yang kami jadwalkan untuk vaksinasi,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.