25 Warga Keracunan Seusai Makan Hajatan Di Mundusewu

Jombang, Padangbulan.co.id РKeracunan massal mengakibtkan 25 warga Desa Mundusewu, Kecamatan Bareng, Jombang dilarikan ke rumah sakit. Perkembangan  saat ini, tinggal 3 korban yang menjalani rawat inap.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan mengatakan, tinggal 3 korban yang menjalani opname. Yaitu penyelenggara hajatan Supran (50) dan putrinya Tika (30) dirawat di Puskesmas Bareng, serta Inem (65) dirawat di RSK Mojowarno.

“Yang 22 orang sudah membaik semua, justru yang punya gawe (penyelenggara hajatan) yang masih opname,” kata Teguh saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (5/10/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang drg Budi Nugroho membenarkan tiga korban keracunan massal sampai saat ini masih menjalani perawatan. Menurut dia, kondisi mereka berangsur membaik.

“Kondisinya membaik, sudah endak (mual, muntah dan diare),” jelasnya.

Gejala klinis yang dialami 25 warga Desa Mundusewu, kata Budi, menunjukkan indikasi keracunan. “Dari sisi penyebab, beberapa orang yang memang mendapatkan undangan di situ dan tanda-tanda yang memang mengarah ke sana (keracunan massal),” tandasnya.

25 warga Desa Mundusewu mengalami panas, pusing, muntah dan diare sejak Sabtu (2/10) sore dan Minggu (3/10) pagi. Gejala klinis tersebut dialami puluhan warga setelah menyantap hidangan acara pernikahan di rumah Supran (50), warga Dusun Sumberagung, Desa Mundusewu pada Sabtu (2/10).

Polisi bersama Dinas Kesehatan Jombang masih menyelidiki penyebab indikasi keracunan massal tersebut. Selain menggali keterangan dari para saksi, petugas juga membawa sejumlah sampel sisa makanan untuk diteliti di laboratorium.

Mulai dari serbuk kunyit, mi kuning, kecap, kentang goreng, bumbu soto, daging ayam, nasi, kuah soto hingga air minum.

Leave a Reply

Your email address will not be published.