Kementerian Pertanian dan Ir. Mindo Sianipar Gelar Bimtek Untuk Petani Kacang Dan Umbi

Jombang, Padangbulan.co.id – Menggelar bimbingan teknis yang digelar kementerian Pertanian bersama Ir. Mindo Sianipar Anggota DPR RI untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya petani kacang dan umbi di Desa Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Bimtek dengan tema “Teknologi Budidaya dan Produksi Komoditas Aneka Kacang dan Umbi”. Rabu (29/9/2021) pagi.

 

Berdasarkan sejarahnya, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur. Kedelai sendiri sangat bermanfaat di wilayah Jombang sebagai bahan utama pembuatan Tahu, Tempe dan berbagai olahan kedelai lainnya.

 

Bimbingan teknis mulai dari pengenalan beberapa jenis bibit Kedelai, Penanaman, Perawatan, Pemupukan, hingga Penanggulangan hama.

 

Tak luput juga membahas budidaya porang, Diawali dengan menjelaskan varian spesies porang yang sudah teridentifikasi di dunia, Area penyebaran, Sentra produksi dunia, Serta rencana pengembangan di Indonesia.

 

Para peserta antusias bertanya sesuai pengalaman yang dialami petani di lapang, terutama gejala hama penyakit dan masalah yang timbul pada pengembangan porang di dataran rendah dan lahan terbuka.

 

Pada sesi Bimtek pasca panen porang, topik permasalahan yang dibahas adalah keunggulan dan kekurangan umbi porang serta upaya untuk memecahkannya. Dijelaskan kepada peserta bahwa porang memiliki nilai ekonomis yang tinggi, karena mengandung glukomanan yang cukup tinggi dibandingkan tanaman umbi lainnya. Kandungan glukomanan pada chip porang dapat mencapai sekitar 40%. Namun demikian, umbi ini mengandung kalsium oksalat yang berbahaya bagi kesehatan manusia jika dikonsumsi.

 

Menurut SNI No. 7939 tahun 2020 tentang standar mutu serpih porang, kandungan oksalat maksimal hanya sekitar 50 mg/100 g tepung glukomanan. Untuk memisahkan oksalat dari glukomanan dapat dilakukan dengan beberapa metode, baik secara mekanik maupun secara kimia. Beberapa senyawa kimia yang dapat dimanfaatkan untuk melepaskan oksalat adalah etanol, asam sulfat, asam sitrat, asam phospat, dan NaCl melalui cara perendaman. Pemisahan oksalat dengan cara mekanik dapat ditempuh dengan mesin, menggunakan metode ball mill, hammer mill, dan stamp mill atau kombinasi diantara ketiganya.

 

“Ini salah satu pendekatan penelitian langsung kepada petani kacang dan umbi porang, terutama di wilayah – wilayah kabupaten Jombang dan kemarin di Mojokerto. Oleh karna itu ikutlah, aktiflah, dan bertanyalah kepada narasumber bimtek sehingga dapat meningkatkan produksi para petani, sehingga dapat menyuplai pangan dunia dengan semboyan Maju, Mandiri, Modern”tutur Ir.Mindo Sianipar.

 

“Bimtek hanya awal kita mendapat tambahan ilmu untuk tindak lanjut kemauan kita agar petani tidak hanya tau ilmu tapi bisa di aplikasikan di lahan garapan masing – masing petani, makannya kita minta petani yg hadir jadi peserta harus aktif tanya, tidak hanya jadi pendengar tapi juga pelaku modernisasi pertanian” pungkas Krismiyanto selaku Pantia Bimtek

Leave a Reply

Your email address will not be published.