Sangat Disayangkan Bagi Pengidap Covid di Jombang, karena PMI Belum Punya Alat Untuk Donor Plasma Darah KONVALESEN

Jombang, Padangbulan.co.id – Sangat miris bagi masyarakat Jombang yang terpapar Covid-19, karena Kabupaten Jombang belum mempunyai alat untuk pendonor darah Konvalesen. Sehingga masyarakat yang butuh plasma darah Konvalesen harus minta ke daerah lain yang punya alat tersebut.

Menurut penjelasan dari Sekretaris PMI Kabupaten Jombang ketika ditemuin awak media jawabannya sangat mengagetkan.
“Terkait plasma darah Konvalesen kita kerja sama dengan PMI Sidoarjo, karena PMI Jombang masih belum punya alatnya. Tetapi RSUD Jombang pernah mengajukan tetapi tidak di setujui oleh Pemkab Jombang. PMI Jombang belum pernah mengajukan ke Bupati, kita kan hanya dapat hibah usulannya kan satu tahun sebelumnya. Jadi alat untuk plasma darah Konvalesen itu alatnya mahal, kita kawatir alat ini tidak terpakai ketika sudah tidak ada Covid, kalau tidak dipakai kan rugi karena mahal,”tutur Yusuf Wibisono di kantor PMI Jombang pada Sabtu (07/8/2021).

Menurut Yusuf Wibisono alat pengolah plasma darah Konvalesen harga satu unitnya mencapai Rp 4.000.000.000 (Empat milyar rupiah). Padahal masyarakat Jombang yang terpapar Covid jumlahnya mencapai ribuan. Berdasarkan sumber dari : dinkes. jombangkab. go.id per 6 Agustus 2021 masyarakat yang terpapar Covid 10.334 orang, sembuh 7637 orang, Isoman 778 orang, Isolasi terpusat 19 orang, dirawat 645 orang dan meninggal dunia 1255 orang.

Sedangkan salah satu warga Jombang yang ibunya terpapar Covid kesulitan mencari plasma darah Konvalesen karena Jombang belum punya alat tersebut.
“Ibu saya, kesulitan mencari plasma darah Konvalesen di Jombang, saya sudah datang ke PMI Jombang, tidak ada karena PMI tidak punya alat pengolah plasma darah Konvalesen, akhirnya saya dapat dari Bojonegoro, alhamdulillah ibu saya tertolong, kembali kondisinya membaik ” kata Gus yang tidak mau disebut namanya ini.

“Saya juga menyesalkan pernyataan PMI Jombang yang tidak berkeinginan untuk membeli alat tersebut, dengan alasan harganya Rp 4 milyar, dana segitu kecil bagi kabupaten Jombang, alat ini untuk kepentingan masyarakat Jombang. Ini urusannya dengan nyawa orang mohon Pemkab memperhatikan masalah alat pengolah plasma darah Konvaselen ini. Kita semua tidak tahu sampai kapan Covid ini berakhir. Harusnya pemangku kebijakan segera menyetujui pembelian alat yang hanya Rp 4 milyar ini,”tandasnya dengan nada, geram.

“Masyarakat Jombang yang terpapar Covid banyak, yang sembuh juga banyak, artinya kalau ada masyarakat yang butuh plasma darah Konvaselen, Penyintas Covid bisa segera mendonorkan darahnya di PMI Jombang, karena Jombang belum punya alatnya kan jadi kesulitan masyarakat mendapatkan plasma darah Konvaselen. Karena plasma darah Konvaselen ini tidak bertahan lama, cepat rusak. Ketika mencarikan plasma darah Konvaselen untuk Ibu saya, harga perkantongnya dipatok Rp 2,2 – 2,4 juta,”tutur pria berkumis ini.

Sedangkan Direktur rumah sakit umum Daerah (RSUD) Jombang menjelaskan kepada media bahwa alat pengolah plasma darah Konvaselen itu sangat dibutuhkan saat kondisi pandemi ini sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan darah Konvaselen.

“Alat pengolah plasma darah Konvaselen ini memang sangat kita butuhkan. Dan kita sejak bulan Desember 2020 sudah kita ajukan ke Pemkab Jombang tapi belum di setujui. Selama Covid ini kita kesulitan terkait plasma darah Konvaselen. Kalau kita minta ke Sidoarjo jalurnya terlalu panjang, Sidoarjo saja butuh darah Konvaselen banyak kok dikasihkan ke Jombang. Jadi intinya alat pengolah plasma darah Konvaselen ini sangat kita butuhkan saat ini. Kalau ada persetujuan dari Bu Bupati ya pasti kita laksanakan prngadaannya,”pungkas Pudji Umbaran Direktur RSUD Jombang melalui seluler.

(BK/McD/MDA)

Leave a Reply

Your email address will not be published.