Forkopimda Jombang Kerahkan 665 Aparat Untuk Amankan 5 Titik Penyekatan Mudik Di Jombang

Jombang, Padangbulan.co.id – Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Semeru 2021 dilaksanakan Forkopimda Kabupaten Jombang. Acara tersebut yang dipimpin langsung oleh Sekda Kabupaten Jombang H. Ahmad Jazuli didampingi Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho dan Dandim 0814 Jombang bertempat di Lapangan Mapolres Jombang. Rabu (5/5/2021) pagi.

Dalam amanatnya Kapolri yang dibacakan Sekda Kabupaten Jombang mengatakan, apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2021 dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1442 H, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemkab, dan mitra kamtibmas lainnya.

Menjelang hari raya Idul Fitri 1442 H tren kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2,03%. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan aktifitas masyarakat khususnya menjelang akhir bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

Pemerintah telah mengambil kebijakan larangan mudik pada hari raya Idul Fitri 1442 H. Ini merupakan tahun kedua Pemerintah mengambil kebijakan tersebut karena situasi pandemi Covid-19.

“Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil melalui berbagai macam pertimbangan, yaitu pengalaman terjadinya tren kenaikan kasus setelah pelaksanaan libur panjang, termasuk peningkatan kasus sebesar 93% setelah pelaksanaan libur Idul Fitri pada tahun 2020/1441 H.

Prioritaskan langkah-langkah preemtif dan preventif secara humanis, sehingga masyarakat betul-betul mematuhi protokol kesehatan. Laksanakan penegakan hukum sebagai upaya terakhir “ultimum remedium” secara tegas dan profesional terhadap pelanggar protokol kesehatan yang sudah berulang kali serta oknum masyarakat yang menimbulkan dampak negatif kesehatan secara luas dan menciptakan klaster baru Covid-19.

Tujuan yang ingin dicapai adalah masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman serta terhindar dari bahaya Covid-19.

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat-2021 di Kabupaten Jombang, sebanyak 665 personel gabungan terdiri atas 319 personel Polri, 36 personel TNI serta 310 personel instansi terkait lainnya seperti satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, PLN, KAI, Damkar serta Ormas Banser, Senkom dan RAPI .

Personel tersebut akan ditempatkan pada 4 pos penyekatan yakni Pintu Tol Tembelang, Pintu Tol Bandar Kedungmulyo, Perbatasan Mojoagung – Mojokerto dan Jalan Raya Simpang 3 Sukorame Kabuh, Jombang untuk mengantisipasi masyarakat yang masih berniat dan akan melaksanakan mudik.

Satu Pos Pengamanan di Jembatan Ploso untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas akibat pembangunan Jembatan Ploso, serta 1 Pos Pelayanan di Simpang 4 Jalan KH. Wahid Hasyim Jombang untuk melaksanakan pengamanan di Stasiun Kereta Api.

Posko tersebut bukan hanya sekedar menjadi posko pengamanan dan pelayanan, namun juga berfungsi untuk mengendalikan penyebaran Covid-19. Dalam satu wilayah diupayakan jangan berkunjung, kalau bisa di rumah saja. Karena penyebaran Covid-19 semakin berbahaya apabila berkumpul. Masyarakat bisa memanfaatkan teknologi dengan melakukanTelepon maupun Video call dengan keluarga maupun saudara.

Warga diimbau untuk menjadi teladan bagi keluarga, rekan, dan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19, yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, serta menerapkan pola hidup sehat dan bersih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.