Tarikan Sumbangan Masjid Ke ASN, Begini Tanggapan DPRD Jombang

Jombang, Padangbulan.co.id – Para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jombang yang diminta patungan untuk membiayai pembangunan masjid Pemkab Jombang sebesar Rp 100 ribu – Rp 2 juta mendapat kritikan DPRD Jombang. Menarik sumbangan ke ASN untuk pembangunan masjid dinilai tidak tepat di tengah sulitnya ekonomi pada pandemi covid19 saat ini.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi. Menurutnya, sumbangan untuk pembangunan masjid merupakan bentuk amal jariyah yang disarankan bagi umat muslim pada umumnya.

Namun, di tengah situasi pandemi covid-19 ini rasanya, lanjut Mas’ud, kurang tepat jika sumbangan ditujukan kepada para ASN.

“Situasi dan kondisi harus dilihat. Saat ini pandemi covid-19, jadi gaji dan THR (Tunjangan Hari Raya) sangat dibutuhkan untuk kebutuhan ASN,” ujarnya saat ditemui wartawan di kantor DPRD Jombang, Kamis (06/05/2021) siang.

Besaran sumbangan yang ditentukan oleh panitia pembangunan masjid juga menuai kritikan wakil rakyat. Mas’ud menganggap besaran sumbangan yang ditargetkan oleh pihak panitia pembangunan masjid kurang pantas.

Di dalam surat yang dikeluarkan oleh Panitia Pembangunan Masjid Baiturrahman Pemerintah Kabupaten Jombang Nomor 100/ /415.10.1/2021, besaran sumbangan dipatok sesuai tingkatan eselon ASN.

Di mana, bagi staf biasa ditarget menyumbang minimal Rp 100 ribu, bagi eselon IV minimal Rp 200 ribu, eselon IIIb minimal Rp 350 ribu, eselon IIIa bukan kepala OPD minimal Rp 400 ribu.

Sedangkan, pejabat eselon IIIa Kepala OPD ditarget sumbangan minimal Rp 500 ribu, pejabat eselon IIb minimal Rp 1 juta dan pejabat eselon IIa minimal Rp 2 juta.

“Kalau dipatok seperti itu seakan-akan seperti kewajiban. Nah ini kurang pas menurut saya, seperti paksaan,” tandasnya.

(McD/MDA/PBI)

Leave a Reply

Your email address will not be published.