Pencurian Di desa Rejoagung Ngoro. Satu Tersangka Masih Buron

Jombang, Padangbulan.co.id – Masa PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro membuat beberapa pihak merasa tertekan terutama masyarakat kecil. Bahkan ada dari mereka melakukan tindak kriminal demi memenuhi kebutuhan atau hasrat pribadi. Seperti kasus kriminal pencurian yang telah terjadi di Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang (05/03/2021).

Kejadian perkara terjadi di depan toko pelajar stationary yang terletak di Dsn. Grenggeng Ds. Rejoagung Kec. Ngoro. Pelaku yang berinisial MN (64) dan temenya Y yang saat ini buron telah membobol sebuah mobil milik korban bernama Faruq Amrulloh (34). Saat kejadian, pelaku disaksikan oleh saksi berikut yang berinisila MY (43) dan H (52) yang juga bertempat tinggal di Desa Rejoagung.

Barang bukti Kunci T yang digunakan untuk membuka pintu mobil (padangbulan.co.id)

Secara kronologis pelaku melakukan pencurian berboncengan dua orang dengan menggunakan sepeda motor metik namun identitas salah satu pelaku masih buron, 2 pelaku satu bernama Yon Yeyen berperan menunggu diatas dalam posisi menghadap utara didepan mobil korban yang diparkir didepan toko kemudian salah satu pelaku MN berperan untuk mengambil dengan cara membuka pintu mobil milik korban dengan menggunakan kunci T (kunci palsu) namun tidak berhasil kemudian pelaku memecah kaca pintu mobil tersebut dengan menggunakan kunci T setelah kaca dalam keadaan pecah didalam mobil tersebut ada 2 Hp dan uang tunai Rp. 2.000.000,- selanjutnya tersangka mengambil dan mendapatkan sebuah hp dipergoki oleh korbannya kemudian berusaha melarikan diri dan hp yang dibawa pelaku jatuh, selanjutnya korban berteriak minta tolong akhirnya salah satu pelaku dapat diamankan.

Dari hasil penyelidikan kepolisian Polsek Ngoro mendapatkan beberapa barang bukti antara lain kunci T, dan HP Xiaomi 3 warna silver dan pecahan kaca mobil.

Atas kejahatan mereka, para pencuri tersebut diancam undang-undang Pasal 363 (1) ke 4,5 KUHP.

(BK/McD/PBI)

Leave a Reply

Your email address will not be published.