Cabuli Santrinya, Pimpinan Pondok Pesantren Ngoro Terancam Penjara 15 Tahun

Jombang, Padang bulan.co.id – Kepolisian Polres Jombang berhasil menangkap pimpinan pondok pesantren yang berada di Kecamatan Ngoro. Pemimpin Ponpes yang berinisial S ini diduga mencabuli beberapa santri-santrinya. Akan tetapi korban yang melaporkan sejauh ini masih enam orang.

Dari konferensi pers yang digelar di polres Jombang, Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho menuturkan bahwa pelaku sudah melakukan aksinya pada santri yang masih di bawah umur. terkuaknya kasus ini berawalnya ketika orangtua santri curiga terhadap perubahan perilaku anaknya. Setelah didesak, santri tersebut menceritakan kemalangan yang dialaminya. Selanjutnya, orangtua santri melaporkan kasus itu ke polisi. Laporan orangtua ini masuk ke Polres Jombang pada 8 dan 9 Februari 2021.

“Awalnya ada dua orangtua yang melapor. Kemudian mengembang. Hingga saat ini korban yang terdata sebanyak enam santri. Namun jumlah tersebut bisa berkembang belasan orang. Kita masih menunggu laporan korban lainnya. Korban rata-rata berusia 16 sampai 17 tahun,” kata Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho, Senin (15/2/2021).

Dari laporan tersebut penyelidikan dilakukan hingga kemudian mengembang hingga muncul enam korban lainnya. Selain dari Jombang sendiri, santri yang menjadi korban juga ada berasal dari Jawa Tengah.

“Santri ini takut, karena pelaku merupakan pimpinan pesantren tempatnya menuntut ilmu,” kata Kapolres menambahkan.

Hal yang sama diungkapkan Kasatreskrim Polres Jombang AKP Christian Kosasih. Menurutnya, perbuatan mesum yang dilakukan pimpinan pesantren tersebut dilakukan pada malam hari. Pelaku menghampiri santri di asrama, kemudian melakukan pencabulan.

“Dilakukan setelah isya, ada juga yang dilakukan setelah tahajud. Bentuknya, adanya yang diraba-raba. Ada juga hingga melakukan persetubuhan. Namun demikian, hingga saat ini belum ada santri yang dilaporkan hamil,” kata Christian.Karena perbuatanya, pimpinan pesantren ini dijerat Pasal l76 e junto Pasal 82 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2014. “Ancamannya 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun, serta denda maksimal Rp 5 miliar,” pungkas Kapolres Jombang.

(BK/McD/PBI)

Leave a Reply

Your email address will not be published.