Menko PMK Minta Kelompok Rentan Korban Gempa Sulbar Dievakuasi dari Bukit

Mamuju, Padangbulan.co.id – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta kelompok rentan terdampak gempa Sulbar yang terjebak di perbukitan dievakuasi. Ini ditujukan supaya mereka mendapat penanganan optimal di posko pengungsian.

Dalam penanganan pengungsian, kelompok rentan adalah bayi, anak usia di bawah lima tahun, anak-anak, ibu hamil atau menyusui, penyandang disabilitas dan orang lanjut usia. Kriteria ini sudah diatur dalam Peraturan BNPB Nomor 3/2018 tentang Penanganan Pengungsi pada Keadaan Darurat Bencana. “Nanti akan kita lihat kalau di sana ada ibu-ibu hamil akan kita angkut turun ke bawah sehingga nanti bisa dilayani. Termasuk anak-anak. Jadi akan kita minta untuk turun aja jangan nunggu di sana,” ujar Muhadjir dalam siaran pers dari Kemenko PMK, Kamis (28/1/2021).

Dalam pengecekannya di lapangan, Menko Muhadjir menyebut penanganan bencana gempa di Kabupaten Mamuju dan Majene yang telah dilakukan oleh petugas lapangan sudah berjalan dengan baik.

Menurutnya, perempuan dan anak adalah pihak yang sangat rentan terhadap berbagai macam akibat dari gempa. Karena itu, berbagai kebutuhan perempuan dan anak, seperti kebutuhan sanitasi, kebutuhan sandang, kebutuhan makanan yang bergizi harus dipenuhi dengan baik. “Kita tahu bahwa untuk perempuan itu mulai dari hamil, melahirkan, kemudian menyusui, kemudian tiap bulan juga ada masalah menstruasi. Itu harus semua tercover seluruh kebutuhannya. Nggak boleh terabaikan,” jelas Muhadjir.

“Kemudian berkaitan dengan anak tentu saja (di posko pengungsian) kemudian mudah terjangkit penyakit, asupan gizinya juga harus baik selama masa pengungsian,” imbuh Menko PMK.

Kerugian Rp 233 Miliar

Gempa bumi di Sulawesi Barat berdampak cukup serius. Berdasarkan data penanganan bencana dari Pemprov Sulbar per 26 Januari, tercatat korban meninggal dunia 108 jiwa, korban hilang 3 orang, luka berat 426 orang, luka sedang dan ringan 2943 orang.

Banyak rumah warga yang rusak, infrastruktur seperti jembatan, jalan penghubung rusak parah, jaringan listrik padam. Nilai kerugian di Kab. Mamuju mencapai Rp 120 miliar dan nilai kerugian di Kab. Majene mencapai Rp 113 miliar.

Terkait kerusakan yang diakibatkan oleh gempa bumi, Muhadjir mengatakan, pemerintah akan melakukan rehabilitas dan rekonstruksi secara bertahap pasca masa pemulihan tanggap darurat bencana saat ini. “Nanti kita akan identifikasi infrastuktur yang rusak, kemudian perumahan penduduk yang rusak, fasilitas umum yang rusak itu akan kita identifikasi,” ujar Muhadjir.

Lebih lanjut, terkait kerusakan rumah warga, Muhadjir mengatakan, rumah dengan rusak berat nantinya akan dibantu penanganannya oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR. Terkait rumah rusak berat, dia mendapatkan laporan bahwa terdapat lebih dari 1.000 rumah yang mengalami rusak berat. “Yang rusak ringan nanti kita harapkan ditangani oleh pemerintah daerah setempat, sedangkan yang rusak berat nanti akan dibantu oleh pemerintah pusat,” kata dia.

Dalam kesempatan kunjungan kerjanya, Menko PMK secara simbolis menyerahkan bantuan pemerintah pusat berupa bantuan logistik, bantuan perlengkapan pengungsi, bantuan perlengkapan kebersihan, perlengkapan kesehatan, dan bantuan simbolis uang tunai kepada ahli waris korban meninggal dunia.

Kesempatan kunjungannya itu Muhadjir didampingi oleh Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Gusti Ayu Bintang, Sestama BNPB Harmensyah, dan jajaran pejabat dari Kemenko PMK dan pejabat terkait.

__YOV/DTK

Leave a Reply

Your email address will not be published.