Polres Jombang Gencar Operasi Yustisi Demi Menekan Kenaikan Covid 19 di Kabupaten Jombang

Jombang. Padangbulan.co.id – Pengamanan dan penertiban protokol kesehatan atau operasi yustisi telah dilaksanakan oleh polres Jombang dipimpin oleh AKP Mochamad Mukid.

Operasi yustisi yang diawali dengan apel gabungan telah dilaksanakan dalam rangka penerapan Inpres No. 6 tahun 2020. Inpres tersebut berisi tentang Disiplin Protokol kesehatan dan penerapan perda prov jatim No 2 tahun 2020 serta Perbup 57 tahun 2020 tentang peningkatan Disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan penekanan serta pengendalian covid 19.

Operasi Yustisi dilakukan pada hari Rabu, 20 Januari 2021 pukul 09.00 wib bertempat di Simpang empat Sambong Jl. Adi Sucipto Kab. Jombang. Kegiatan yang diikuti 57 orang Personil Gabungan dari anggota Polres Jombang (Bag Sumda, Sat Lantas, Sat Intelkam, Sat Reskrim, Sat Resnarkoba, Sat Binmas, Subbag Humas, Provos dan Urkes), kodim 0814 Jombang, Satpol PP dan Dishub Kab. Jombang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasat Resnarkoba AKP Muhammad Mukid, SH, IPTU Agus Edi, IPTU Heru Widodo, IPDA M Supriyo dan Bpk. Purwanto.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Mukid memberikan pesan agar dalam melaksanakan protokol kesehatan di wilayah Kabupaten Jombang dengan serius dan disiplin mengingat semakin bertambahnya kasus positif di Kabupaten Jombang.

Sanksi Menyanyikan Lagu Kebangsaan Sebagai Hukuman Melanggar Prokes (Padang bulan.co.id)

Dalam operasi yustisi kali ini, ada 107 orang pelanggar protokol kesehatan yang terjaring razia. Jumlah tersebut dua kali lebih banyak dari operasi yustisi yang dilaksanakan tanggal 10 Januari lalu. Hukuman sanksi yang diberikan mulai dari sanksi soasial seperti push-up, menyanyikan lagu nasional, penyitaan KTP hingga teguran. Sanksi yang diberlakukan pada 107 pelanggar protokol kesehatan adalah 4 KTP pelanggar disita yang 92 mendapat teguran lisan dan 11 sanksi sosial berupa push up dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

(BK/McD/PBI)

Leave a Reply

Your email address will not be published.