Humas ITS Konfirmasi Pesan Berantai yang Beredar

Surabaya, Padangbulan – Humas ITS mengonfirmasi pesan berantai yang beredar dengan mengatasnamakan Satgas Covid-19 ITS. Pesan berantai tersebut berisi:

Kampus ITS ditutup total (lockdown). Mulai hari ini 25/12/2020 kampus ITS termasuk perumahan ditutup total hingga 10/1/2021.
– Rektor terpapar covid
– Sudah 11 orang dosen & staf meninggal karena covid
– Tidak diperkenankan bepergian dan menerima tamu (kecuali mendesak)

Isi Pesan Berantai yang Mengatasnamakan Satgas Covid-19 ITS

Anggra Ayuru Citra, Kepala Unit Komunikasi Publik ITS pada Minggu (27/12/2020) mengatakan, informasi yang mengatakan ada 11 civitas akademis ITS meninggal dunia karena Covid-19 adalah tidak benar.

“Pertanyaan mengenai yang 11 dosen itu tidak benar. Kami sampaikan kepada Suara Surabaya, berdasarkan data dari Satgas Covid-19 ITS sejak awal pandemi sampai hari ini, ada 5 orang civitas yang meninggal dunia, rinciannya adalah 3 orang dosen, 1 mahasiswa dan 1 tenaga kependidikan,” kata Anggra seperti dikutip dari suarasurabaya.net, (27/12/20).

“Dan kebetulan ada beberapa civitas yang meninggal dunia, tapi dilaporkan keluarga penyakit yang lain seperti diabetes jantung dan seterusnya,” imbuhnya.

Sedangkan untuk larangan masuk kampus, Anggra mengatakan, Satgas Covid-19 ITS telah berkoordinasi dengan pimpinan ITS pada tanggal 24 Desember lalu, dan membenarkan ada larangan masuk kampus ITS sejak 25 Desember 2020 sampai 10 Januari 2021. “Di mana yang dimaksud dengan larangan masuk kampus yang diartikan lockdown oleh masyarakat selama 17 hari per tanggal 25 Desember sampai 10 Januari 2021, yang dimaksud dalam edaran merupakan fasilitas akademik seperti, ruang kantor, ruang kelas, laboratorium, workshop termasuk fasilitas umum seperti masjid, taman, asrama kantin, kecuali medical center,” pungkasnya.

Terkait perumahan yang ada di dalam Kampus ITS, Anggra menambahkan, terdapat Satgas tersendiri yang berwenang untuk mengatur protokol kesehatan di area perumahan. “Kemarin memang ada koordinasi antara Satgas ITS dan perumahan yang hasilnya saat ini kita melihat masyarakat mulai lemah terhadap covid, maka kami memutuskan untuk menggiatkan dengan memperketat misalnya ojek online dan siapapun yang masuk kampus akan dilakukan cek kesehatan di pintu masuk. Kemudian melakukan penyemprotan ruang-ruang di kampus ITS yang akan dikoordinasikan Biro Sarana dan Prasarana ITS.”

Pihaknya juga mengimbau semua dosen dan tenaga kependidikan untuk tetap work from home (WFH), karena sejak bulan Maret 2020 Rektor ITS sudah mengarahkan semua kegiatan diselenggarakan WFH.

Perihal Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng. Rektor ITS dan istrinya yang terkonfirmasi positif Covid-19, Anggra membenarkan. “(Pesan yang beredar) Pak Rektor benar, beliau menjalankan perawatan di salah satu rumah sakit di Surabaya. Terkonfirmasi positif tanggal 25 pagi. Kami mohon doanya agar pak Rektor dan ibu agar lekas sembuh agar civitas ITS yang terpapar bisa sehat kembali.”

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak percaya informasi yang ada di luar sana, bila tidak bersumber dari ITS.

“Jika sumbernya bukan ITS, kami ada hotline ITS resmi melalui instagram @ITS_kampus atau link website ITS dan berita-berita di its.ac.id,” tutur Anggra.

__YOV

Leave a Reply

Your email address will not be published.